KABARPEMUDA.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pemicu akselerasi transformasi sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan di Kabupaten Sumedang. Momentum sejarah ini diorientasikan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan daerah yang berkelanjutan serta berdaya saing.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Dr. H. Tono Suhartono, S.P., M.M., menyatakan esensi kemerdekaan sejati berakar dari kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Sektor agraria dan kelestarian lingkungan hidup menjadi fondasi utama penopang stabilitas ekonomi daerah.
“Kemerdekaan sejati tercapai ketika daerah mampu memerdekakan petani dari hambatan produktivitas serta menjamin ketersediaan pangan yang aman dan bergizi bagi seluruh warga. Fokus kita bukan hanya mengejar kuantitas hasil panen, melainkan membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang menjaga kelestarian alam sekaligus menaikkan taraf hidup petani,” kata Dr H.Tono.
Modernisasi Berbasis Inovasi dan Ekologi
Menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global, DPKP Sumedang mendorong modernisasi tata kelola sektor agraria. Pemanfaatan teknologi tepat guna, intensifikasi lahan, optimalisasi komoditas perkebunan lokal unggulan, serta pengelolaan hutan berbasis konservasi menjadi langkah strategis yang ditempuh.
Menurut Dr H.Tono, integrasi kearifan lokal dengan inovasi modern diarahkan untuk membentuk kemandirian para pelaku usaha tani. Lahan produktif dan kawasan hutan harus dikelola secara bijak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan.
Pemerataan Akses Sarpras dan Penguatan Penyuluh
DPKP Sumedang juga memperkuat jaminan akses sarana dan prasarana pertanian, mencakup keterjangkauan pupuk, keandalan jaringan irigasi, hingga efisiensi rantai pasok hasil panen. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kelompok tani memiliki kesempatan produktif yang setara.
Di sisi lain, pendampingan teknis secara intensif melalui peningkatan kapasitas penyuluh lapangan terus diprioritaskan demi menjaga mutu dan kontinuitas produksi pangan di tingkat desa.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pelaku agribisnis, DPKP Sumedang optimistis penguatan fondasi pangan hari ini menjadi pilar utama kemandirian bangsa di masa depan.***





