Piala Dony-Yoshua U-21: Kala Doa Keluarga dan Keringat Anak Muda Sumedang Bersatu Mengejar Mimpi

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Asa baru bagi masa depan sepak bola Kabupaten Sumedang resmi terpancar dari Stadion Ahmad Yani. Turnamen sepak bola antar-kecamatan kelompok usia di bawah 21 tahun (U-21) bertajuk Piala Dony-Yoshua secara resmi bergulir pada Rabu (19/8/2026). Diikuti oleh 26 tim kecamatan se-Kabupaten Sumedang, ajang ini dirancang bukan sekadar sebagai wadah kompetisi, melainkan panggung pembuktian bagi talenta muda daerah untuk menembus kancah profesional nasional.

Berlangsung hingga 17 Oktober 2026, kompetisi berbobot ini memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp110 juta dengan porsi Juara 1 sebesar Rp50 juta, Juara 2 Rp30 juta, Juara 3 Rp20 juta, dan Juara 4 Rp10 juta. Namun, di balik megahnya angka tersebut, nilai teragung terletak pada mimpi besar para atlet muda yang bertanding.

Bacaan Lainnya

Inisiator turnamen, Yoshua Sirait yang juga merupakan salah satu investor Persib Bandung menegaskan komitmennya untuk menjembatani potensi lokal menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Semoga ajang ini dapat menyaring bakat-bakat muda terbaik Sumedang yang berpeluang besar membela Persib di masa depan. Namun, tentu mereka harus membuktikan diri dan meraih juara terlebih dahulu di sini,” ujar Yoshua dalam sambutannya. Ia pun menambahkan bahwa seluruh anggaran kegiatan ini murni berkonsep gotong royong dan kolaborasi mandiri bersama Dony Ahmad Munir, tanpa menggunakan APBD maupun APBN.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut optimistis geliat positif ini. Menurutnya, kompetisi U-21 ini adalah ruang pembinaan terstruktur yang melangkah selaras dengan rencana revitalisasi Stadion Ahmad Yani agar kelak menjadi ikon olahraga kebanggaan warga Sumedang. Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Wawan Heryanto berpesan agar seluruh elemen menjunjung tinggi sportivitas demi terciptanya ajang yang aman dan melahirkan juara sejati.

Pelita Dapur dan Doa di Balik Garis Lapangan

Di balik setiap operan presisi, tekel bersih, dan gemuruh gol di Stadion Ahmad Yani, ada perjuangan tak terlihat yang berembus dari rumah-rumah sederhana di 26 kecamatan. Sepatu bola pertama yang dibeli dari hasil menabung berbulan-bulan, seragam bertanding yang dicuci bersih oleh tangan ibu, hingga pengorbanan ayah yang merelakan waktu istirahatnya demi mengantar sang buah hati berlatih adalah bahan bakar utama perjuangan para atlet muda ini.

Dukungan keluarga adalah benteng moral terkuat. Saat langkah terasa berat dan kelelahan menguji batas fisik, doa tulus dari orang tua menjadi energi tak terbatas yang meniupkan keyakinan di dalam dada. Piala Dony-Yoshua bukan sekadar mengejar trofi, melainkan panggung penghormatan bagi keringat orang tua yang telah mengiringi setiap langkah mimpi anak-anak mereka.

Bagi 26 tim yang bertanding, rumput Stadion Ahmad Yani kini menjadi saksi: bahwa mimpi anak daerah untuk mengenakan jersi klub besar dan membela nusa bukanlah hal yang mustahil. Dengan kerja keras, disiplin baja, dan restu keluarga, dari Sumedang akan lahir bintang-bintang baru sepak bola Indonesia.***

Pos terkait