Gerakan Pangan Murah di Kota Bandung, Didi Turmudzi: Upaya Hadirkan Keberkahan Ramadan

KABARPEMUDA.ID – Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kota Bandung mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.


‎Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan keberkahan Ramadan melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.

‎“Ini dalam rangka menyemarakkan Ramadan, bulan suci yang sangat luar biasa. Di bulan ini kami menghadirkan berbagai kegiatan. Ramadan memiliki banyak kelebihan, penuh keberkahan dan berbagai kebaikan, termasuk dalam hal kerja sama,” ujar Didi usai kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama DKPP Kota Bandung di Kampus Pascasarjana Universitas Pasundan atau di Gedung Paguyuban Bandung, Jalan Sumatra Kota Bandung, Kamis 12 Maret 2026.

‎Ia menilai kerja sama antara Paguyuban Pasundan, DKPP Kota Bandung dan Perumda merupakan langkah awal yang baik dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, khususnya di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

‎Menurutnya, tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang dan mengantre untuk membeli berbagai komoditas pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.

‎“Kerja sama dengan DKPP Kota Bandung ini bagi kami merupakan sebuah berkah. Kalau kita lihat hari ini, begitu banyak masyarakat yang datang sampai mengantre. Artinya memang masyarakat kita saat ini masih membutuhkan bantuan,” katanya.

‎Didi menambahkan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara rutin selama Ramadan. Bahkan, dalam waktu dekat Gerakan Pangan Murah juga akan digelar di Kampus Universitas Pasundan Bandung agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

‎“Insyaallah kegiatan seperti ini akan kami lakukan secara rutin. Setelah ini rencananya juga akan dilaksanakan di Kampus Universitas Pasundan Bandung. Karena bagaimanapun juga, kegiatan seperti ini merupakan amal saleh yang harus kita manfaatkan di bulan Ramadan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pihaknya bersyukur melihat antusias masyarakat yang cukup tinggi terhadap kegiatan tersebut.

‎“Ya tentu kami bersyukur karena antusias masyarakat memang cukup tinggi. Banyak masyarakat yang membutuhkan,” kata Gin Gin.

‎Ia menjelaskan, dalam Gerakan Pangan Murah ini pemerintah tidak hanya menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan.

‎“Di sini kami tidak hanya menjual atau menyediakan pangan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan, khususnya di Kota Bandung,” ujarnya.

‎Gin Gin menuturkan, harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini relatif lebih murah karena adanya fasilitasi distribusi dari pemerintah sehingga dapat menekan harga di tingkat konsumen.

‎Sebagai contoh, harga telur di pasaran saat ini berkisar Rp30.000 per kilogram, sementara dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah dijual sekitar Rp27.000 per kilogram. Hal serupa juga berlaku untuk beberapa komoditas pangan lainnya.

‎“Gerakan ini memang disebut Gerakan Pangan Murah. Sesuai namanya, harga yang kami tawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena ada fasilitasi distribusi atau semacam subsidi terhadap harga pangan,” jelasnya.

‎Terkait ketersediaan stok, DKPP Kota Bandung memastikan pasokan pangan tetap aman hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎“Kalau bicara stok, kami pastikan aman sampai Lebaran nanti. Bahkan untuk komoditas beras, stoknya diperkirakan cukup bahkan melebihi kebutuhan saat Lebaran,” paparnya.

‎Meski demikian, ia mengakui saat ini permintaan terhadap beberapa komoditas pangan memang meningkat seiring mendekati Lebaran. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga dan distribusi di lapangan.

‎“Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah ini, agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, mudah diakses, serta terjamin keamanan dan mutu pangannya,” katanya.

‎Dalam kegiatan tersebut, beras menjadi komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. Setelah itu disusul minyak goreng, telur, serta beberapa jenis sayuran seperti cabai rawit.

‎Selain itu, permintaan terhadap daging sapi dan cabai merah besar juga mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir menjelang Lebaran.

‎“Kalau dilihat dari antrean masyarakat, yang paling banyak dicari saat ini adalah minyak goreng dan beras,” tandasnya. (KP/007)***

Pos terkait