Hadapi Musim Tanam, Petani Gantar Laksanakan Persiapan Areal Sawah

KABARPEMUDA.ID – Musim Hujan Tiba Lebih Awal, Petani didesa Gantar Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Bersiap Tanam Padi.

Traktor sudah mulai turun kesawah untuk membajak areal persawahan, Desa Gantar merupakan areal persawahan tadah hujan, sehingga jelang musim penghujan para petani sudah mulai terjun kesawah untuk menggarap sawahnya.Senin ( 25/11/2024 ).

Bacaan Lainnya

Hal itu karena hujan sudah mulai sering mengguyur wilayahnya. Dengan kondisi itu, maka sudah aman bagi petani untuk memulai masa tanam padi, khususnya di lahan-lahan sawah tadah hujan.

”Petani sudah bisa menanam mulai akhir bulan ini. Meski begitu, harus tetap waspada karena ada potensi juga terdapat jeda hujan walaupun tidak lama,” ujar H. Kasim salahsatu petani.

Menurutnya, puncak musim hujan diprediksi oleh para petani terjadi pada Februari 2025. Durasi musim hujan diprediksi berlangsung selama lima sampai enam bulan.

Durasi ini lebih pendek dibandingkan sejumlah wilayah lain Dia menerangkan saat musim hujan kerap terjadi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan longsor.

Tindakan mitigasi harus dilakukan guna meminimalkan kerusakan akibat bencana alam. “Sawah tadah hujan merupakan jenis sawah sistim perairannya sangat bergantung pada hujan, tanpa bangunan-bangunan irigasi permanen.

Lahan tadah hujan merupakan lumbung padi kedua setelah lahan sawah irigasi. Namun ada beberapa permasalahan yang menonjol pada lahan tersebut yakni produktivitas masih rendah disebebkan pasokan air hujan yang sulit diprediksi.

Kuwu Desa Gantar Muhamad Herman Priyanto.mengatakan, menghadapi musim tanam pertama , air mencukupi sehingga para petani sudah mulai menurunkan traktornya guna menggarap sawahnya.
” Air mencukupi untuk tanam padi, sehingga para petani diwilayah desa Gantar sudah mulai terjun kesawah,” jelasnya.

Artinya musim tanam padi ini dipengaruhi musim hujan. Tapi kita prediksi untuk musim tanam pertama pada musim hujan ini dimulai Desember 2024,” kata Muhamad Herman Priyanto.

Ia mengatakan, jika curah hujan berturut-turut terjadi maka hal itu sangat memungkinkan para petani untuk melakukan persiapan musim tanam atau persemaian bibit tanaman padi. (Uri Damuri)***

Pos terkait