KABARPEMUDA.ID – LSM Abdi Lestari DPW Jawa Barat telah menyoroti penyediaan buku sekolah adanya dugaan penekanan oknum Disdikbud Kabupaten Indramayu.
Ketua LSM ABRI mengungkapkan, bahwa di lingkaran Disdikbud Kabupaten Indramayu adanya penekanan pengadaan buku sekolah.
Hasil investigasi di lapangan, pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama(SMP) adanya penekanan pengadaan buku sekolah.
Penyedia buku sekolah yang selama ini sudah berjalan akan diputus dan bahkan buku-buku yang sudah dikirim harus dibatalkan.
Sejumlah kepala sekolah SD dan SMP mengeluhkan adanya tekanan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk membeli buku dari tiga penerbit tertentu, yaitu Andi Offset, Pustaka Mulia, dan Bumi Aksara.
Praktik ini bertentangan dengan kebijakan resmi yang sebelumnya membebaskan sekolah memilih penyedia buku dari daftar yang terverifikasi di aplikasi m-Arkas.
Menurut Hanafi, beberapa kepala sekolah, mereka diminta mengalokasikan 10% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tiga penerbit itu saja.
Pihak sekolah sudah menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) sesuai kebutuhan, tapi mendadak diminta ubah agar sesuai arahan pimpinan kalau tidak patuh akan dipersulit.
Abdul Hanapi, Ketua LSM Abdi Lestari DPD Jawa Barat, mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ini.
”Dana BOS adalah uang negara yang harus digunakan sesuai aturan. Jika terbukti ada intervensi yang merugikan sekolah dan menguntungkan pihak tertentu, harus ada sanksi tegas,” katanya pada Selasa, (05/08/2025).
“Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kualitas pendidikan, sebab sekolah dipaksa membeli buku yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan,” pungkas Hanafi. (Pandi)***





