KABARPEMUDA.ID.SUMEDANG – Kebudayaan kerap kali dipandang sekadar peninggalan masa lalu yang tersimpan rapi di museum. Namun, Universitas Sebelas April (UNSAP) menegaskan pandangan berbeda, budaya adalah jiwa yang membimbing langkah bangsa menuju masa depan.
Kampus terkemuka di Sumedang ini mengajak seluruh mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat luas untuk tak sekadar mengagumi, tetapi aktif merawat kearifan lokal, terutama kekayaan seni dan budaya Kasumedangan.
“Budaya adalah napas dan akar dari identitas bangsa. Saatnya kita hidupkan nilai-nilai luhur warisan leluhur dalam keseharian,” pungkas pesan penuh makna yang disampaikan pimpinan UNSAP.
Peringatan Hari Kebudayaan Nasional kali ini terasa semakin berkesan dengan aksi nyata dari jajaran tertinggi kampus. Dalam balutan busana adat Sunda lengkap dengan ikat kepala (totopong/udeng), para pimpinan rektorat tampil kompak dan karismatik dari Prof. Dr. H. Arifin, S.H., M.Pd. (Rektor UNSAP), Prof. Dr. H. Akadun, M.Pd. (Wakil Rektor I), Dr. Asep Saepurokhman, M.Pd. (Wakil Rektor II) dan Dr. Arip Rahman Sudrajat, S.Sos., M.Si. (Wakil Rektor III).
Kehadiran para pimpinan berbusana tradisional ini menjadi simbol kuat bahwa mencintai budaya lokal bukan sebatas kata-kata, melainkan kebanggaan yang patut ditunjukkan dengan percaya diri.
“Sebagai generasi muda dan civitas akademika UNSAP, bangga akan budaya sendiri adalah wujud nyata kecintaan kita pada negeri!” Pungkasnya.





