Menyemai Akhlak dan Prestasi: PCNU Sumedang Gelar Liga Sepak Bola Santri U-17 Memperingati Hari Santri Nasional

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang mengukir sejarah baru dengan menggelar perhelatan olahraga bergengsi bertajuk Dokcis Liga Sepak Bola Santri U-17 (CSF). Perhelatan yang diselenggarakan di Cikandung Soccer Field, Kecamatan Cimalaka, ini diikuti oleh puluhan pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang.

Ajang yang baru pertama kali diselenggarakan ini hadir bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan simbol rasa syukur, ruang kebahagiaan, serta wadah silaturahmi untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.

Bacaan Lainnya

Perhelatan secara resmi dibuka oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. Pembukaan acara turut dihadiri oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., yang menyampaikan amanat serta pesan-pesan inspiratif untuk membakar semangat para santri muda di lapangan hijau.

Wadah Silaturahmi dan Penyaluran Bakat

Dalam sambutannya, Ayi Subhan Hafas menekankan bahwa kompetisi mini soccer ini diselenggarakan bukan semata-mata untuk memperebutkan piala atau gelar juara, melainkan sebagai wadah pemersatu antar-pondok pesantren.

“Melalui olahraga, kita ingin mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan serta ukhuwah Islamiyah antar-santri dan pondok pesantren di Kabupaten Sumedang,” ungkap Ayi Subhan Hafas di hadapan para peserta.

Ia menambahkan bahwa pesantren masa kini tidak hanya berfokus pada kajian keagamaan, tetapi juga berkomitmen mendukung pengembangan potensi lahiriah generasi muda. Turnamen ini menjadi sarana positif bagi santri usia di bawah 17 tahun untuk menyalurkan bakat, minat, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga sepak bola.

Menjunjung Tinggi Sportivitas dan Pemuliaan Karakter

Di balik riuh dan ketangkasan di atas rumput hijau, tersirat pilar nilai spiritual bahwa olahraga merupakan sarana membentuk jiwa yang sehat, tangguh, dan bertawakal sejalan dengan nilai-nilai luhur pesantren. Ajang ini diposisikan sebagai manifestasi pembinaan karakter, kejujuran, dan sportivitas.

Seluruh pemain dan tim diimbau untuk senantiasa memelihara nilai-nilai keislaman, bertanding secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga rasa persaudaraan sepanjang kompetisi berlangsung.

Melalui turnamen ini, terbit harapan besar untuk melahirkan bintang-bintang baru di dunia sepak bola yang tidak hanya unggul secara fisik dan taktis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlakul karimah. Pondok pesantren terbukti mampu menjadi ladang subur yang melahirkan generasi muda berpotensi seimbang memiliki kecerdasan spiritual sekaligus prestasi di bidang olahraga.

Komitmen Menjadi Agenda Rutin

Melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta dan masyarakat, PCNU Kabupaten Sumedang berkomitmen menjadikan Liga Sepak Bola Santri ini sebagai agenda rutin tahunan dengan kemasan yang lebih meriah dan inklusif di masa mendatang.

Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa dengan nilai keimanan yang tertanam kuat, santri siap berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa, baik di dalam lapangan pertandingan maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.***

Pos terkait