KABARPEMUDA.ID — Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Tingkat Kecamatan Sukra secara resmi dibuka Camat Sukra, Bagus Asep Trisnadi, SE pada Rabu (21/8/2024).
Dengan Semangat MTQ Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kehidupan Bermasyarakat, tampak disematkan menjadi tema penyelenggaraan MTQ tahun ini yang diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan se-Kecamatan Sukra.
Dalam sambutannya, Camat Bagus mengharapkan kegiatan MTQ ini dapat memberi dampak positif dan meningkatkan kualitas generasi penerus untuk lebih mencintai Alquran.
“Sesuai dengan temanya, bagaimana kita membangun akhlak dengan Al-Qur’an, semoga dapat dipahami dan diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
“Saya terus mengajak masyarakat Sukra, sebagai seorang muslim, mari bersama-sama tidak meninggalkan Al-Qur’an dan hadis karena dua hal inilah yang merupakan pesan dari Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Ia berpesan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan berpedoman pada Alqur’an.
“Kegiatan ini selain sebagai syiar islam, juga untuk mengajak kita agar selalu membaca dan belajar Alqur’an sehingga setiap perbuatan dapat berpedoman pada Alqur’an,” imbuhnya.
Camat Bagus juga menaruh harapan penuh pada para kafilah agar dapat melaju hingga ke tingkat nasional.
“Harapan saya, semoga kafilah-kafilah kita dapat menjadi kandidat juara pada ajang MTQ tingkat Kabupaten , provinsi maupun nasionalnasional,” harapnya.
“Terima kasih juga kepada para dewan hakim, semoga masyarakat baik anak-anak ataupun dewasa semakin banyak yang akan membaca Al-Qur’an, optimis nanti di tingkat Kabuoaten, kita bisa menjadi juara,” ucap Camat.
Camat Bagus mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan syiar Islam melalui MTQ itu. Sehingga, tidak berlangsung secara seremonial saja, melainkan dapat diambil manfaatnya dengan syiar Islam.
“Dalam kesempatan ini, kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menggali potensi cabang-cabang MTQ, dan bisa menambah wawasan dan keilmuan kita,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Camat Bagus juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberantas buta aksara al-qur’an. Sehingga, di Kecamatan Sukra bisa terbebas buta aksara al-Qur’an. (Uri Damuri )***
