KABARPEMUDA.ID — Semarak Milangkala Situraja Utara 1983-2025: Membangun Desa dengan Semangat Gawe Rancage
Desa Situraja Utara memperingati hari jadi yang ke-42, menandai perjalanan panjang sejak 1983 hingga 2025. Tema besar “Gawe Rancage Ngawangun Desa” menjadi jiwa perayaan, menggambarkan tekad warga membangun desa dengan inovasi dan kebersamaan.
Kepala Desa Situraja Utara, Yudhi Martdhina, menyebut Milangkala ini momen krusial untuk merajut hubungan warga dan mengapresiasi kemajuan desa. “Fokus kami adalah semangat gotong royong dan kebanggaan warga,” katanya pada Sabtu, 27 September 2025.
Hari pertama, 27 September, diawali mipir panyaweran bernuansa tradisi, dilanjut pertunjukan pongdut memikat, acara rincing riang, dan pentas seni kreasi warga. Suasana penuh kegembiraan langsung menyelimuti Situraja Utara.
Acara ini bukan sekadar hiburan, tapi wadah ekspresi budaya dan kreativitas lokal. Antusiasme warga dari berbagai kalangan tampak jelas, menunjukkan Milangkala adalah milik bersama.
Minggu, 28 September, warga menyaksikan gerakjalan meriah, lomba nasi liwet lezat, organtunggal memukau, dan lomba gerak lagu semarak. Puncak hari itu adalah wayang golek di Pojok si Cepot, suguhan budaya Sunda autentik.
Wayang golek simbol pelestarian tradisi yang masih digaungkan warga. Penonton dari anak hingga dewasa larut dalam kesenian klasik ini.
Senin, 29 September, agenda lanjut dengan soan ke desa tetangga Situraja, menjalin silaturahmi antardesa. Lomba keagamaan karaoke sholawat nabi digelar khusyuk.
Santunan anak yatim piatu jadi momen haru, cermin kepedulian warga. Ini menguatkan ikatan sosial masyarakat.
Malamnya, tablig akbar Ustad Falah Tsamadani bawa pesan spiritual mendalam. Yudhi Martdhina harap tausiah jadi inspirasi warga.
Rangkaian Milangkala diharapkan pelihara semangat “Gawe Rancage Ngawangun Desa”, antarkan Situraja Utara jadi desa makin maju, harmonis, dan sejahtera. ***





