Sumedang: MBG Jadi Idola Siswa, Menu Keringan Bikin Ngiler

SUMEDANG, KABARPEMUDA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa di sekolah. Bukan tanpa alasan, kehadiran menu “keringan” dan “Basah” yang gurih dan renyah terbukti sukses membangkitkan selera makan anak-anak hingga mereka tak sabar menunggu jam istirahat tiba.

Menu keringan seperti roti, susu, telor rebus, biscuit, buah-buahan, keju dan sebagainya tampil sebagai bintang utama di dalam kotak makan siang mereka.

Bacaan Lainnya

Aroma bumbu masakan konsep keringan pun tampak meresap dan tekstur yang kriuk menjadi kombinasi sempurna yang membuat suasana kelas seketika riuh saat kotak makan dibuka.

Salah satu siswa kelas 4, disalah satu SD, Akhdan Teguh Azizan, mengaku sangat menyukai variasi menu hari ini. Dengan wajah ceria, ia memamerkan porsinya yang hampir habis.Selasa (31/3)

“Paling suka kalau ada menu keringan, tapi sayuran seperti  tempe dan kentang pun oke fan rasanya manis-gurih. Tadi pas baru dibagikan, menu sayuran pun baunya sudah enak banget, bikin lapar. Kalau menunya begini, saya jadi makin semangat sekolah,” ujar Wildan sambil tersenyum puas.

Antusiasme senada juga disampaikan oleh seorang Guru SMPN, Ibu Novi Enur Hasanah, S.Pd salah satu guru yang mendampingi jam makan siang siswa. Menurutnya, menu keringan memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak karena rasanya yang akrab di lidah namun tetap memiliki nilai gizi yang terjaga.

“Luar biasa melihat anak-anak makan dengan lahap. Biasanya ada anak yang susah makan sayur, tapi begitu dipadukan dengan keringan yang renyah ini, mereka jadi semangat menghabiskan seluruh isinya. Sebagai guru, kami senang melihat mereka mendapatkan asupan bergizi dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara MBG tampaknya mulai memahami preferensi siswa dengan menyajikan menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga menggugah selera (appetizing). Strategi menyisipkan menu keringan ini dinilai efektif untuk memastikan program asupan gizi nasional tepat sasaran dan meminimalisir makanan yang terbuang.

Dengan konsistensi kualitas rasa seperti ini, program MBG diharapkan terus menjadi katalisator bagi kesehatan dan keceriaan siswa dalam menimba ilmu di sekolah.**

Pos terkait