Aksi Nyata Karang Taruna Mesta Kumala, Jadikan Lingkungan Bersih Berbasis Ekonomi

KABARPEMUDA.ID – Langkah konkret dalam menangani persoalan lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular kini hadir di Desa Conggeang Wetan, Kecamatan Conggeang,Sumedang. Karang Taruna “Mesta Kumala” resmi menginisiasi program Bank Sampah sebagai solusi inovatif pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

​Program yang dimotori oleh generasi muda desa ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Conggeang Wetan. Kepala Desa Conggeang Wetan, Dede Andri Nurjaman, menilai sinergi antara pemerintah desa dan elemen pemuda merupakan katalisator krusial dalam mempercepat kemajuan desa.

Bacaan Lainnya

​”Pemerintah desa mendukung penuh inisiatif mandiri ini. Kami melihat potensi besar bahwa sampah, jika dikelola dengan manajemen yang tepat, akan beralih fungsi menjadi aset bernilai ekonomis. Langkah Karang Taruna Mesta Kumala ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang patut menjadi inspirasi,” ujar Kades Dede,Senin (29/6).

​Ketua Karang Taruna Mesta Kumala, Dede Yayan Suciyana, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan kolektif pemuda terhadap kondisi kebersihan lingkungan sekitar. Program ini hadir untuk mengedukasi masyarakat agar lebih selektif dalam memilah sampah rumah tangga, khususnya limbah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam.

​”Fokus kami adalah menggeser paradigma lama masyarakat. Sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan atau dibakar, kini dapat dikonversi menjadi tabungan. Ini adalah kontribusi nyata kami demi mewujudkan Conggeang Wetan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya guna secara ekonomi,” jelas Dede Yayan.

​Guna memastikan operasional berjalan optimal, tim di lapangan di bawah komando Koordinator Bank Sampah, Dede Ily, telah menyiapkan sistem pengelolaan yang transparan. Mekanisme operasional mencakup sistem penyetoran, penimbangan, hingga pencatatan saldo yang akurat dalam buku tabungan khusus warga.

​”Kami telah menyusun mekanisme zonasi penjemputan dan jadwal rutin penyetoran agar warga lebih mudah berpartisipasi.Setiap sampah yang disetorkan akan ditimbang dan langsung dikonversi ke dalam nilai rupiah. Kami optimis program ini akan mendapatkan animo positif dari seluruh warga Desa Conggeang Wetan,” pungkasnya.

​Melalui terobosan ini, Desa Conggeang Wetan diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sumedang dalam hal tata kelola lingkungan berbasis partisipasi aktif masyarakat.*(GUH)*

Pos terkait