Cegah Dampak Suhu Ekstrem, Ketua BAZNAS Sumedang Minta Warga Jaga Kesehatan dan Kelompok Rentan

KABARPEMIDA.id – Menyikapi perubahan cuaca yang cukup drastis di awal musim kemarau, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena bediding.

Fenomena bediding yang ditandai dengan suhu dingin menyengat pada malam hingga pagi hari serta cuaca sangat terik di siang hari dinilai berpotensi mengganggu kondisi fisik dan kesehatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Perubahan suhu yang drastis ini jangan dianggap sepele. Tubuh dipaksa beradaptasi dengan cepat dari dingin yang menggigit ke panas yang terik. Jika daya tahan tubuh tidak dijaga, risiko terserang penyakit akan sangat tinggi,” ujar H. Ayi Subhan Hafas melalui unggahan di media sosial pribadinya, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, fluktuasi suhu yang tajam ini rentan memicu berbagai gangguan kesehatan harian seperti batuk, pilek, flu, radang tenggorokan, hingga iritasi kulit kering. Selain itu, kondisi ekstrem ini juga berisiko memperburuk penderita asma dan bronkitis, serta meningkatkan risiko serangan hipertensi dan penyakit jantung.

Sebagai langkah antisipasi, H. Ayi Subhan membagikan beberapa tips penting bagi warga Sumedang:

Gunakan pakaian tebal atau berlapis, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam dan pagi hari.

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan perbanyak minuman hangat untuk menjaga imunitas tubuh.

Tutup rapat pintu dan jendela menjelang malam, serta gunakan selimut saat tidur agar suhu tubuh tetap stabil.

Rutin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus dan bakteri.

Selalu pantau pembaruan informasi cuaca dari lembaga resmi seperti BMKG.

Di akhir imbauannya, Ketua BAZNAS Sumedang ini menyoroti pentingnya kepekaan sosial di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini.

“Kami mengajak seluruh warga Sumedang untuk saling menjaga. Perhatikan anak-anak, lansia, serta saudara-saudara kita yang memiliki riwayat penyakit kronis. Mari kita lindungi diri, keluarga, dan sesama dari bahaya suhu dingin ekstrem ini dengan saling peduli,” pungkasnya.

Pos terkait