KABARPEMUDA.id — Mahasiswa KKN Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Posko 45–46 terus memperkuat karakter dan kesadaran hukum generasi muda. Upaya ini diwujudkan melalui program kerja utama bertajuk Seminar Literasi, Pelatihan Jurnalistik, dan Sadar Hukum Cegah Kenakalan Remaja, Senin (10/8/2026).
Berlangsung di Aula Lantai 2 SD IT Al-Fajr Sarongge, Kompleks Pesantren Persatuan Islam (PPI) Sarongge, Desa Pamulihan, Kabupaten Sumedang, acara ini diikuti sekitar 150 pelajar gabungan dari MA Persis 40 Sarongge, MTs Persis 40 Sarongge, dan MTsN 6 Sumedang.
Sesi materi “Sadar Hukum Cegah Kenakalan Remaja” menjadi salah satu fokus utama yang dipaparkan oleh Hendri Dharma Putra, S.H., M.H., Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNINUS.
Dalam pemaparannya, Hendri menekankan pentingnya sikap taat hukum di era digital sebagai fondasi kesadaran hukum remaja. Ia mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial tidak membuat siapapun kebal hukum.
“Aktivitas digital harian seperti berkomunikasi, mencari informasi, hingga membuat konten tetap memiliki batasan etika dan konsekuensi hukum. Pemahaman ini vital agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus terhindar dari perbuatan pidana yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” paparnya.
Selain aspek hukum, kegiatan ini juga menghadirkan Helmi Fauzi Ridwan, S.E., Ketua FORKOWAS Sumedang, yang membekali peserta dengan teknik dasar jurnalistik, wawancara, dan penulisan berita. Sementara itu, sesi literasi diisi oleh Duta Baca Jawa Barat 2026 yang menyoroti pentingnya budaya membaca, berpikir kritis, serta kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ketua Kelompok KKN Posko 45–46, Asep Rifki Maulana Malik, menjelaskan bahwa ketiga materi tersebut sengaja dirancang saling melengkapi.
“Literasi mengajarkan cara memahami informasi, jurnalistik memberikan keterampilan mengolahnya, sedangkan sadar hukum memberi batasan tanggung jawab dalam bertindak, termasuk di dunia maya,” ujar Asep. Ia menambahkan, peserta juga langsung diajak mempraktikkan penulisan berita di tempat.
Apresiasi juga datang dari Ketua Panitia KKN UNINUS 2026, Dr. Yuyut Prayuti, S.H., M.H., yang menilai kolaborasi materi literasi, jurnalistik, dan hukum sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.
Dukungan senada disampaikan oleh Kasi Pemerintahan Desa Pamulihan, Bubun, serta Mudir Am PPI Sarongge, H. Muhamad Shogir, S.Psi., M.Pd., yang secara resmi membuka acara.
Melalui agenda ini, mahasiswa KKN UNINUS Posko 45–46 berharap para siswa tidak hanya terampil dalam berliterasi dan menulis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang taat hukum serta bijak berinteraksi di ruang digital.***
