Kabarpemuda.id – Mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menambah peluang lapangan kerja, kelompok kecil memberdayakan masyarakat sekitar dengan budidaya bertani jamur tiram di Dusun Pasir Laja Desa Cijeruk, Kec. Pamulihan.
Ketua kelompok budidya jamur tiram yang diindisiasi, Tarmana, sat ditemui wartawan Kabarpemuda.id pada Kamis (26/11) mengungkapkan, kalau saat ini hanya mengelola sekitar 1500 baglog dengan modal nyicil yang kadang tersendat.
Menurutnya, peluang budidaya jamur ini bisa membantu masyarakat mengurangi kebutuhan ekonomi, cuman sayangnya terkendala permodalan jadi belum bisa merangkul lebih luas.
“Saya berkeinginan setiap RW ada kelompok untuk dapat membudidayakan jamur tiram ini, apalagi cara bertani jamur tiram bisa dengan tenaga kerja ibu- ibu rumah tangga,” ucapnya.
Saat ini kelompoknya hanya beranggotakan 5 orang, dan dengan 1500 polbag yang ada, hanya bisa menghasilkan 5 hingga 7 kg jamur tiram per harinya.
Saat ditanya soal apakah kesulitan dalam pemasaran, Tarmana justru mendapat pesanan lebih dari 50kg/hari, itulah yang membuat dirinya greget dan sangat membutuhkan dukungan dari kepemerintahan dalam permodalan hingga bisa mencakup lebih luas dan bisa lebih memberdayakan masyarakat banyak.
“Keinginan sudah dihati, dan telah banyak komunikasi dengan warga tiap Rw, cuman terkendala di permodalan untuk membeli bahan, membuat tempat ataupun bibit,” keluhnya.

Dari proses pembuatan material buat isi polbag, bahan yang diperlukan, bibit, hingga cara pengolahan sampai kelembaban lokasi, Tarmana menjelaskannya secara detail dan sudah benar-benar dikuasai, ia pun menyebutkan dapat pedampingan dari CDK dan menggali informasi dari berbagai sumber.

Dini Mayasari dan Mariam, sebagai salah satu anggota mengungkapkan rasa syukur dengan adanya giat tambahan ini, walau masih terbilang sangat minim dikarenakan jumlah polbag yang masih relatip sedikit.
“Mudah-mudahan kedepannya bisa bertambah dan berkembang, hingga ekonomi kami terbantu dan lebih menyebar ke warga lainnya,” ujarnya.
Dia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten ataupun provinsi untuk usaha kecil seperti ini, terlebih berpeluang menciptakan lapangan kerja.





