KARAWANG, KABARPEMUDA.id — Tim Pertolongan dan Pencarian (SAR) Gabungan mengerahkan personel untuk melacak keberadaan dua pria yang dilaporkan tenggelam di saluran irigasi KW 4 Johar, Desa Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kedua korban, yang diidentifikasi bernama Abdullah dan Rian, hilang terseret arus pada Jumat (9/10/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peritiwa naas tersebut bermula dari perselisihan fisik antar-korban yang berlanjut hingga ke tengah aliran irigasi sebelum akhirnya keduanya tenggelam dan menghilang dari permukaan.
Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan resmi terkait insiden tersebut pada Jumat malam pukul 23.00 WIB. Usai memverifikasi data dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Basarnas langsung menerjunkan tim penyelamat (rescue) ke lokasi.
“Setelah memastikan keabsahan informasi, kami segera memberangkatkan tim penyelamat pada pukul 23.15 WIB untuk melakukan koordinasi awal dan pemetaan area pencarian,” ujar Ade Dian Permana dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2026).
Tim penyelamat dikerahkan menggunakan armada kendaraan double cabin dengan menempuh jalur darat sejauh 123 kilometer dari Kantor SAR Bandung. Personel diperkirakan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu dini hari pukul 01.43 WIB.
Dalam operasi pencarian ini, Basarnas berkolaborasi dengan unsur SAR gabungan yang melibatkan Polresta Karawang, BPBD Karawang, aparat desa setempat, serta warga sekitar. Sejumlah perlengkapan teknis disiagakan, di antaranya peralatan SAR air khusus, alat komunikasi, serta Alat Pelindung Diri (APD) personel.
Ade menekankan bahwa keselamatan tim penolong menjadi prioritas utama mengingat dinamika arus irigasi di lokasi. Selain peralatan SAR air, tim medis beserta unit ambulans disiap-siagakan untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama operasi berlangsung.
“Operasi pencarian mengedepankan keselamatan seluruh personel dengan terus memantau kondisi lapangan. Kami berharap proses pencarian berjalan lancar dan kedua korban dapat segera ditemukan,” kata Ade.
Menanggapi insiden ini, Kantor SAR Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sepanjang bantaran sungai maupun saluran irigasi, serta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan situasi kedaruratan yang mengancam keselamatan jiwa.***
