SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajang pembuktian bahwa semangat nasionalisme dan pembaruan terus menyala dari balik tembok pesantren. Di hadapan ratusan santri yang memadati pelataran Pondok Pesantren Ma’had Kholafiyah Miftahul Hasanah pada Selasa (18/8), sang pengasuh, KH. Shofwan Wahyudin, menyampaikan orasi kebangsaan yang membakar semangat generasi muda untuk mengemban tanggung jawab sejarah demi masa depan Indonesia.
Dalam amanatnya yang lugas dan berbobot, Kiai Shofwan menegaskan bahwa kejayaan bangsa tidak akan datang dari kepasrahan, melainkan ditentukan oleh etos belajar, tingkat kedisiplinan, serta ketangguhan mental para santri. Beliau mendesak para pelajar untuk bergerak cepat, berpikir bijak, dan beradaptasi secara cerdas menghadapi tantangan global.
“Ketika para santri berkomitmen untuk berpacu cepat dalam menuntut ilmu, seluruh pendidik dan pengasuh di lembaga ini akan senantiasa mengiringi dengan doa terbaik. Namun ingat, perjuangan ini menuntut keteguhan mental yang kokoh dan perombakan pola pikir secara total,” tegas KH. Shofwan Wahyudin.
Pondasi Spiritual dan Transformasi Mindset
Pemimpin pesantren yang berlokasi di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang tersebut menegaskan landasan perjuangannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11. Beliau mengingatkan bahwa takdir sebuah bangsa tidak akan berubah tanpa adanya keberanian dari warganya untuk mengikhtiarkan perubahan itu sendiri.
Bagi Kiai Shofwan, ayat suci tersebut adalah panggilan moral untuk melakukan aksi nyata. Di era modern, mengisi kemerdekaan bukan lagi soal mengacungkan senjata di medan tempur, melainkan meruntuhkan keterbelakangan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, kemandirian karakter, dan keluhuran akhlak.
Benteng Terakhir Keutuhan NKRI
Menutup pembicaraannya, KH. Shofwan Wahyudin menyerukan pentingnya mempererat tali persaudaraan demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beliau menekankan bahwa kemerdekaan harus dijadikan momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam kebaikan.
Peringatan kemerdekaan tersebut diakhiri dengan ikrar bersama seluruh jajaran pengasuh dan santri untuk berdiri di barisan terdepan dalam menjaga persatuan nasional yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.***





