Merawat Peradaban Dari Pesantren: KH Shofwan Wahyudin Ajak Santri Maknai HUT ke – 81 RI Lewat Karya Nyata

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id – 18 Agustus 2026, Gelora nasionalisme dan semangat kemerdekaan mengudara tajam di Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Blok Citepus, Dusun Sukaluyu, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Lembaga pendidikan Islam ini sukses menyelenggarakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selama dua hari berturut-turut, 17–18 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih pada Senin pagi (17/8/2026). Prosesi berlangsung secara khidmat dan presisi, diikuti oleh ratusan santri, jajaran dewan asatidz, serta jajaran pimpinan pesantren.

Mengisi posisi Inspektur Upacara, Pengasuh Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, KH. Shofwan Wahyudin, S.T., S.Pd., menyampaikan amanat filosofis mendalam mengenai esensi kemerdekaan di era modern. Beliau menekankan pentingnya mentransformasi nilai proklamasi menjadi aksi nyata yang berdaya ubah tinggi.

“17 Agustus bukan sekadar penanda tanggal merah dalam kalender harian. Hari Kemerdekaan adalah ruang kontemplasi kolektif sebuah jeda bagi kita untuk melakukan introspeksi kritis: sejauh mana kemerdekaan ini telah kita aktualisasikan menjadi karya yang substansial dan berdampak bagi peradaban?” tegas KH. Shofwan di hadapan peserta upacara.

Beliau juga menggarisbawahi pentingnya integrasi antara kemajuan intelektual-material dengan nilai-nilai spiritualitas abadi.

“Kemerdekaan menuntut ikhtiar terstruktur dalam membangun ekosistem manfaat. Kita wajib membumikan kemajuan di dunia, sekaligus merawatnya sebagai amal jariyah yang menjadi investasi di akhirat. Mari jadikan spirit proklamasi sebagai katalisator untuk bertindak, menebar empati, dan berkontribusi nyata. Sekecil apa pun aksi kita, itu adalah batu bata berharga bagi rekonstruksi peradaban bangsa,” imbuhnya.

Perlombaan Tradisional Menguatkan Tali Silaturahmi dan Gotong Royong

Usai pelaksanaan upacara resmi, dinamika perayaan bergeser menuju keceriaan dan solidaritas. Berbagai helatan lomba tradisional dan edukatif digelar di pelataran utama pesantren. Kompetisi ketangkasan seperti tarik tambang dan balap karung berkelindan harmonis dengan cerdas cermat keislaman serta wawasan kebangsaan.

Kegiatan yang berlanjut hingga hari kedua, Selasa (18/8/2026), ditutup dengan partai final dari seluruh cabang kompetisi serta panggung kebersamaan antarsantri. Rangkaian ini dirancang tak sekadar sebagai hiburan, melainkan instrumen edukasi sosial untuk menginternalisasi nilai sportivitas, kolaborasi, dan spirit gotong royong.

Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui momentum Peringatan HUT ke-81 RI ini, Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah menegaskan kembali komitmen strategisnya dalam membina karakter santri secara holistik. Pesantren bertekad melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan kokoh secara spiritual, tetapi juga berjiwa patriotik.

Langkah inkubasi karakter ini diharapkan mampu membentuk profil santri yang adaptif dan siap mengambil peran kepemimpinan strategis dalam menyongsong visi Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka 2045.***

Pos terkait