KABARPEMUDA.ID – Sejumlah kios di Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk subsidi keterlambatan pengiriman dari distributor sehinga kios-kios penyaluran lambat ke pihak petani, 21/2/2026.
Padahal petani sudah harus melakukan pemupukan tanaman mereka. Kondisi tersebut sudah berlangsung kurang lebih dua minggu.
Mereka khawatir mengalami keterlambatan pemupukan. Pasalnya jika terlambat memupuk, hal itu akan berdampak pada pertumbuhan padi, termasuk rumpun padi akan sulit berkembang.
Salahsatu pemilik kios pupuk yaitu Wardana, mengungkapkan, “Di beberapa kecamatan Indramayu penyaluran pupuk banyak keterlambatan salah satunya di kecamatan Loh bener Desa Legok,” ungkap Wardana.
Dirinya mengaku telah memesan pupuk kepada pihak distributor. Namun mereka belum juga mendapat pupuk Sementara itu, para petani terus mendesak mereka untuk segera menyediakannya.
”Sudah dua kali menghubungi distributor tapi belum juga dikirim. Bahkan petani pun berbondong-bondong ke distributor ingin mendapatkan pupuk, Petani sudah mendesak karena mereka butuh. Kasihan juga kalau ternyata lambat memupuk,” ujar Wardana.
Keluhannya diakui juga bahwa Pengiriman di kios tidak maksimal tersedia, hanya beberapa ton yang di kirim dari distributor pernah kirim 10 ton, trus 5 ton, sehingga sabagai pemilik kios merasa kecewa adanya keterlambatan dan pengiriman kurang maksimal tidak sesuai harapan.
Ia pun memastikan bahwa kuota pupuk, baik urea maupun NPK, sangat membutuhkan untuk petani dikarenakan baru 30 persen penyaluran dikarenakan stok langka pupuk subsidi.
Sementara itu, Petani Ato, membeli pupuk harus ke kios penyalur yang sudah ditunjuk, karena data ada di sana sesuai e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) otomatis tergantung ketersedian stok pupuk subsidi di kios yang ditunjuk. (Sahrul)***





