KABARPEMUDA.ID — Petani Desa Mangunjaya, Kecamatan Anjatan , Kabupaten Indramayu, terlihat sumringah karena hasil panen padinya meningkat signifikan mencapai 7 ton per hektare dari sebelumnya yang hanya 6 ton per hektare.
Keberhasilan petani Desa Mangunjaya tak lepas dari Program Makmur Pupuk Indonesia yang mendorong optimalisasi produktivitas petani baik dengan upaya pendampingan intensif serta edukasi penggunaan pupuk nonsubsidi agar hasil panen tetap maksimal.
Program Makmur adalah pupuk komersial yang sudah teruji mampu meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga program ini sekaligus menjadi edukasi penggunaan agro input alternatif selain pupuk subsidi.
Sejak diluncurkan pada 2021, program Makmur telah berperan penting dalam mendukung kesejahteraan petani dengan meningkatkan produktivitas pertanian lewat pendampingan dan agro input yang berkualitas.
“Program ini memiliki potensi yang cukup besar, dengan berbagai komoditi pertanian, dengan begitu hasilnya sangat memuaskan” ujar petani asal Bugis, Raup.
Seperti halnya hari ini kita lakukan panen raya Padi Petani Mangunjaya, hasil panen petani meningkat dari 6 ton perhektar saat ini sudah mencapai 7 ton lebih per hektar.
“Dengan hasil panen yang cukup tinggi mencapai 7 ton perhektar, membuat petani cukup happy, apalagi harga gabah cukup tinggi mencapai 7.000 perkilogram,”ucapnya.
Menurutnya, Program Makmur menghadirkan ekosistem pertanian komprehensif dari tahapan hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan melibatkan banyak stakeholder, mulai dari perbankan, lembaga asuransi, penyedia agro input, hingga offtaker.
“Dalam program Makmur ini, Kelompok tani kita lakukan pembinaan seperti Uji tanah terlebih dahulu untuk memastikan kesuburan tanah dan pemupukan,” katanya.
“Dengan adanya program ini, petani sangat terbantu untuk meningkatkan hasil panen. Dan kedepan dipastikan warga kami yang mendaftar Program Makmur akan terus bertambah,” kata petani lainnya Wartini.
Menurutnya, program makmur telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen petani yang sebelumnya hanya 6 ton perhektar saat ini sudah mencapai 7ton per hektare. (Uri Damuri)***





