Lawan Disinformasi, Wakil Kepala BGN Ajak Seluruh Elemen Program MBG “Angkat Bicara”

JAKARTA, KABARPEMUDA.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lebih aktif menyuarakan fakta di ranah digital.

Langkah ini dinilai krusial guna membendung arus disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) yang kerap menyerang program nasional tersebut di media sosial.

Bacaan Lainnya

Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Senin (25/5), Sony mengutip pesan bijak Ali bin Abi Thalib mengenai bahaya diamnya orang baik di tengah kezaliman.

Menurutnya, sentimen negatif terhadap program MBG muncul bukan karena ketiadaan manfaat, melainkan karena manfaat nyata tersebut jarang disuarakan oleh mereka yang merasakannya.

“Keburukan dan kekurangan program MBG menggema karena kebaikan, kemanfaatan, dan tujuan mulia program ini tidak disuarakan oleh mereka yang telah mengetahui dan merasakan langsung dampaknya,” ujar Sony.

Sony menyoroti fenomena di mana disinformasi yang disebarkan secara terus-menerus di dunia maya berisiko dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat tidak boleh sekadar pasrah dengan fakta di lapangan tanpa melakukan klarifikasi di ruang publik digital.

“Kita berada pada dunia realita dan dunia maya. Apa yang disebar terus-menerus dalam dunia maya lama-kelamaan akan dianggap realita. Cara menanggapinya adalah dengan memasukkan fakta ke dalam dunia maya,” tegasnya.

Data BGN mencatat kekuatan masif yang terlibat dalam ekosistem MBG, di antaranya:

29.000 lebih Mitra BGN dan Kepala Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG).

Ribuan Pengawas Gizi serta Pengawas Keuangan.

1,3 juta Relawan dan ratusan ribu supplier.

62,4 juta Penerima manfaat yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, hingga santri.

Sony mengajak seluruh elemen ini, mulai dari mitra hingga supplier, untuk aktif menuliskan pengalaman nyata mereka di kolom komentar konten-konten negatif atau membagikan cerita keberhasilan program MBG.

“It’s time to speak up. Waktunya angkat bicara agar fitnah-fitnah tidak dianggap fakta. Ceritakan fakta bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi, rakyat mendapatkan pekerjaan, dan hasil panen petani lokal terserap dengan baik,” tutup Sony.

Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan narasi di media sosial sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan akurat mengenai implementasi program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.***

Pos terkait