Perpustakaan Desa Gudang, Jadi Pusat Pendidikan dan Informasi

KABARPEMUDA.ID  — Pembangunan sarana dan prasarana perpustakaan di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, menuai sambutan positif dari warga.

Usulan pembangunan gedung perspustakaan tersebut, didasari tingginya minat membaca warga, terutama pelajar di Desa Gudang.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gudang, Aam Permana kepada awak media, Sabtu 1 November 2025.

Menurutnya, selain menjadi ruang membaca, belajar dan pusat digital, perpustakaan tersebut menjadi gedung serba guna.

“Disana, kita targetkan ada aktivitas yang ada kaitannya dengan peningkatan kompetensi pelajar dan pemuda,” katanya.

“Kita anggarkan dari Dana Desa, tujuannya sebagai upaya menggeliatkan minat membaca dan belajar khususnya warga Desa Gudang,” ujar pria yang akrab disana Ape tersebut.

Dikatakan, pembangunan direalisasikan sesuai ketentuan, dan silahkan masyarakat ikut melakukan pengawasan.

Karena, ujar Ape, apa pun bentuk pembangunan dan peningkatan kapasistas warga di Desa Gudang harus bernilai manfaat dan maslahat.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan tersebut agar ke depannya pemanfaatannya bisa di kolaborasikan dengan berbagai program yang lain.

Sementara, Kades Gudang Mohamad Bangkit, S.Pd mengapresiasi usulan masyarakat terkait kebutuhan perpustakaan tersebut.

“Harus ada manfaatnya, jangan sampai sudah diusulkan oleh warga tapi ke depannya tak ada aktivitas pemanfaatan fasilitas tersebut. Tapi, saya yakin mengingat minat membaca khususnya warga kami cukup tinggi,” ujar Bangkit didampingi Sekdes Iman dan perangkat desa.

Bahkan, Bangkit berharap keberadaan gedung tersebut nantinya tak terpokus sebagai ruangan membaca buku saja.

Tapi, kata dia, disana multi fungsi atau bisa menjadi pusat kegiatan bagi para pelajar, mahasiswa yang juga pemuda pemudi Desa Gudang.

Silakan manfaatkan semaksimal mungkin, kata Bangkit, dan jangan lupa beri masukan dan ide agar keberadaan perpustakan bernilai inovasi.

Perpustakaan, Lembaga Pelayanan Publik di Pedesaan

Dikatakan, perpustakaan desa adalah lembaga pelayanan publik di pedesaan yang dikelola oleh pemerintah desa atau lembaga masyarakat desa untuk mendukung pendidikan, informasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Fungsinya sebagai kepanjangan tangan perpustakaan umum di kabupaten/kota, menyediakan sarana baca dan belajar yang sesuai kebutuhan warga, serta menjadi pusat kegiatan komunitas seperti diskusi dan pelatihan keterampilan,” kata Bangkit.

Fungsi utama, kata dia,
pendidikan dan informasi dan menyediakan bahan bacaan dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan membaca, dan budaya baca masyarakat desa.

“Disana, sebagai pemberdayaan masyarakat juga mendukung berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan, diskusi kelompok, dan program yang bermanfaat bagi UMKM desa,” kata Bangkit.

Pusat Kegiatan Sosial

Perpustakaan pun, ucap Bangkit, akan menjadi pusat kegiatan sosial, tempat interaksi antar warga, dan menyediakan bahan bacaan untuk rekreasi.

“Untuk pengelolaan, kita sudah bentuk dan ditetapkan,” ujarnya.***

Penulis: Ferdy Felani (Egy), PWI Sumedang

Pos terkait