Fhoto: Istimewa
SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang mengucurkan rangkaian program intervensi ekonomi dan sosial guna memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Langkah konkret ini diwujudkan melalui perbaikan ratusan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga penyediaan stimulus usaha bagi para orang tua siswa Sekolah Rakyat (SR).
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengungkapkan bahwa dari total 150 usulan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diajukan oleh para orang tua siswa, sebanyak 120 unit rumah dipastikan masuk dalam alokasi pembenahan nasional.
“Sebanyak 120 rumah telah disetujui untuk direhabilitasi melalui program BSPS dan pengerjaannya dimulai pada November 2026. Namun, untuk kasus mendesak seperti kediaman Fikri, siswa SR asal Cibugel, perbaikan telah mendahului lewat kolaborasi Pemda dan para pemangku kepentingan,” ujar Dony di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam agenda Dialog Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Kompleks SR Ujungjaya, Kamis (1/10/2026).
Tidak berhenti pada perbaikan hunian, Pemkab Sumedang juga merancang strategi penguatan ekonomi keluarga siswa berbasis pemberdayaan terpadu. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pemerintah daerah menjadwalkan pelatihan tata boga secara terstruktur.
“Mulai 2 November 2026, sebanyak 20 orang tua siswa SR akan mengikuti pelatihan pembuatan kue selama 14 hari di BLK. Selama masa pelatihan, seluruh biaya transportasi harian dan konsumsi ditanggung penuh. Pasca-pelatihan, para lulusan langsung dibekali alat masak serta modal usaha,” tambah Dony.
Guna menopang keberlanjutan usaha mikro tersebut, Pemkab Sumedang menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) bernilai komersial rendah. Pemerintah daerah mengintervensi suku bunga komersial sebesar 12 persen per tahun menjadi hanya 3 persen per tahun melalui skema subsidi APBD sebesar 9 persen.
Sektor ketahanan pangan juga diselaraskan melalui keterlibatan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumedang yang memberikan pendampingan serta pelatihan berkelanjutan bagi para orang tua murid.
Dony menegaskan, strategi lintas sektor ini ditempuh agar transformasi kesejahteraan keluarga kurang mampu dapat berjalan beriringan dengan pendidikan anak-anak mereka.
“Pemerintah tidak boleh hanya pasif menunggu anak-anak ini sukses di masa depan. Perubahan ekonomi keluarga harus dimulai hari ini melalui pembukaan lapangan kerja, injeksi modal, dan peningkatan kemahiran teknis orang tua mereka. Kami berharap langkah nyata ini memberi dampak langsung yang betul-betul dirasakan masyarakat,” tegasnya.





