Sumedang Memacu Gerakan Literasi Lintas Daerah

SUMEDANG, Kabarpemuda.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang kian agresif memacu penguatan budaya literasi secara berkelanjutan. Langkah komprehensif ini ditegaskan melalui gelaran Festival Literasi Sumedang 2026 yang berlangsung di halaman Gedung Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Selasa (15/9/2026). Perhelatan ini menjadi momentum krusial dalam menggalang konsolidasi dan sinergi antarwilayah guna membangun gerakan literasi inklusif.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, membuka secara resmi festival yang dihadiri sederet pejabat dari berbagai daerah tetangga, antara lain Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Subang, Kota Bandung, Garut, Majalengka, Ciamis, hingga Indramayu. Turut hadir Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, perwakilan akademisi lintas universitas, jajaran Forkopimda, serta para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sumedang.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, AP., M.M., menegaskan bahwa partisipasi luas dari lintas sektor membuktikan bahwa pengembangan literasi tidak bisa lagi berjalan secara soliter.

“Literasi adalah tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan keharmonisan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor pendidikan, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hari.

Ia menambahkan, perhelatan ini didesain sebagai wadah strategis pertukaran gagasan serta replikasi inovasi antarwilayah. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti sebagai selebrasi seremonial semata, melainkan bertransformasi menjadi program-program edukasi yang berkesinambungan.

Di sisi lain, Bupati H. Dony Ahmad Munir menyoroti urgensi daya kritis masyarakat di tengah gempuran arus informasi digital yang kian masif. Menurutnya, reduksi pemaknaan literasi sebatas kemampuan baca-tulis harus segera ditinggalkan.

“Masyarakat harus memiliki kecakapan dalam menelaah, memilah, dan memfilter setiap diseminasi informasi sebelum memercayai apalagi menyebarkannya,” tegas Dony.

Penekanan tersebut menjadi krusial mengingat tingginya penetrasi media sosial dan kemudahan akses informasi saat ini. Melalui perhelatan ini, Pemkab Sumedang memancangkan komitmen untuk mencetak masyarakat yang adaptif, berdaya pikir kritis, bijak bermedia, serta produktif dalam melahirkan karya berdaya saing.***

Pos terkait