Tangkas Menembus Kemarau: Syukuran Panen Raya ‘Marak’ Ranggasari Jadi Bukti Ketangguhan Pangan Daerah

KABARPEMUDA.id— Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan ancaman musim kemarau yang melanda berbagai wilayah, optimisme serta keberhasilan justru memancar kuat dari Desa Ranggasari, Kecamatan Surian. Kepala Desa Ranggasari bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat menggelar pesta rakyat bertajuk tradisi Marak sebuah wujud rasa syukur mendalam atas keberhasilan panen raya padi yang melimpah.

Suasana kebersamaan begitu hangat terpancar di lokasi acara. Kegiatan kolaboratif ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ranggasari dengan didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), serta para Kepala Desa se-Kecamatan Surian yang bahu-membahu bersama warga tani setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Camat Surian, Ahmad Aradea, S.Pd., M.MPd., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.

“Tradisi Marak ini merupakan pesta rakyat tahunan sekaligus bukti nyata rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil panen. Walaupun kita dihadapkan pada ancaman musim kemarau, alhamdulillah hasil panen padi tahun ini cukup memuaskan,” ujar Camat Surian. Selasa (28/7)

Keberhasilan memanen hasil bumi berkualitas di tengah musim kering ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor. Laporan kegiatan disampaikan oleh Kepala Desa Ranggasari sebagai bentuk apresiasi serta rasa hormat kepada pimpinan daerah Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) atas arahan serta komitmen berkelanjutan dalam mendukung sektor pertanian.

Lebih lanjut, keberhasilan panen ini menjadi bukti konkret dukungan nyata tingkat desa terhadap program penguatan ketahanan pangan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat.

Melalui tradisi Marak yang diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahunnya, Kepala Desa Ranggasari bersama warga tidak hanya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang responsif, kerja keras, dan kepedulian bersama, ancaman kemarau dapat diatasi demi mewujudkan kedaulatan pangan daerah.***

Pos terkait