SUMEDANG ,KABARPEMUDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menorehkan lompatan inovatif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui Program Revolusi Pertanian (Revolper), Pemkab Sumedang sukses menggelar Panen Raya Demplot di Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta, yang mencatatkan peningkatan produktivitas lahan secara signifikan.
Dalam kegiatan yang disiarkan melalui akun media sosial resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang pada Kamis (22/10), Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., CRMP, menegaskan bahwa Revolper bukan sekadar program rutin, melainkan sebuah gerakan pembaruan yang bertumpu pada modernisasi tata kelola pertanian.
Empat Pilar Strategis dan Teknologi Presisi
Secara filosofis dan teknis, Program Revolper mengusung empat tumpuan utama untuk mengoptimalkan sektor produksi pertanian masyarakat lokal:
Kepastian dan Ketersediaan Irigasi Presisi: Menjamin pasokan air yang memadai dan terukur bagi lahan pertanian.
Penggunaan Benih Varietas Unggul: Memastikan pemanfaatan benih bermutu tinggi demi hasil yang optimal.
Pemupukan Efisien: Penerapan pola pemupukan yang berimbang, efisien, dan tepat sasaran.
Modernisasi Alsintan: Penerapan teknologi alat dan mesin pertanian terkini untuk efisiensi budi daya.
“Sinergi dan inovasi berbasis keilmuan yang diterapkan di lahan non-rawa ini terbukti membuahkan hasil nyata. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan akademisi serta institusi riset yang turut mengedukasi para petani untuk beralih ke tata cara budi daya yang lebih modern dan terukur,” ujar Bupati Sumedang di sela-sela kegiatan panen raya.
Kolaborasi Pentahelix dan Hasil Ubinan Mengagumkan
Keberhasilan program strategis ini tak lepas dari sinergi multipihak. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Dr. H. Tono Suhartono, SP., MM, mengungkapkan bahwa Revolper merupakan buah manis dari model kolaborasi pentahelix. DPKP menggandeng berbagai instansi strategis, mulai dari Bank Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balitbang Ketahanan Mandiri, hingga akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Winaya Mukti (UNWIM).
Melalui kolaborasi ini, Kelompok Tani (Poktan) Gemah Ripah dipercaya mengelola demonstration plot (demplot) tanaman padi seluas 10 hektar untuk menguji coba dan mengembangkan varietas padi unggul IF 20 dan Inpari 32.
Berdasarkan analisis data statistik hasil ubinan tahap pertama bersama tim pengembang dan badan statistik, produktivitas lahan tercatat mengalami lonjakan rata-rata mendekati 100 persen.
“Hasil analisis ubinan bersama tim developer dan badan statistik menunjukkan performa yang sangat menggembirakan. Gagasan yang dicanangkan oleh Bapak Bupati ini terbukti efektif dalam memecahkan kendala produktivitas di lapangan,” tutur Kepala DPKP Sumedang.
Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Intervensi Pangan Murah
Dampak positif dari inovasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat. Agus Kurnaedi, anggota Poktan Gemah Ripah, menuturkan rasa syukurnya atas peningkatan hasil panen yang amat signifikan. Di lahan seluas 300 bata milik kelompoknya, produktivitas yang semula hanya menghasilkan sekitar 2,7 ton kini melonjak pesat hingga menyentuh angka 3,8 ton.
Sebagai bentuk dukungan nyata dan berkelanjutan, Pemkab Sumedang bersama Kementerian Pertanian RI turut menyerahkan serangkaian bantuan strategis secara simbolis. Bantuan tersebut mencakup:
Benih padi varietas unggul dan pupuk
Unit bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti hand traktor
Perbaikan jaringan irigasi tersier dan pemeliharaan Jaringan Irigasi Usaha Tani (JUT)
Pembangunan dam parit serta optimasi lahan
Tak hanya berfokus pada sektor produksi, Bidang Ketahanan Pangan DPKP Sumedang juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di lokasi acara. Langkah ini dihadirkan untuk membantu masyarakat sekitar dalam memperoleh kebutuhan pangan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui integrasi teknologi, penguatan sarana-prasarana, serta semangat gotong royong lintas sektor, keberhasilan Program Revolper ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.***
