SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis digital. Sebanyak 92 Pranata Komputer (Prakom) dari tingkatan kecamatan hingga dinas dan instansi terkait menerjunkan anggotanya untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) serta simulasi penggunaan perangkat digital di Aula Tampomas, PPS Kabupaten Sumedang, Selasa (13/10/2026).
Pelatihan intensif yang dipandu langsung oleh tim teknis Provinsi Jawa Barat ini dirancang guna memastikan kesiapan penuh para tenaga ahli IT sebelum diterjunkan ke 92 desa penyelenggara Pilkades digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo Heru Prasetyawan, menjelaskan bahwa pembekalan ini krusial untuk menjamin seluruh sarana dan prasarana elektronik berfungsi optimal saat pemungutan suara berlangsung.
Namun, Widodo menyampaikan metafora menarik terkait peran vital para Prakom di lapangan kelak.
“Walaupun sudah dilatih, saya justru berharap para Prakom tidak perlu ‘bekerja’ di hari-H. Artinya, seluruh sistem dan peralatan berjalan sempurna tanpa kendala. Mereka baru turun tangan apabila ditemukan sistem yang tidak sesuai prosedur atau mengalami gangguan teknis,” ujar Widodo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesiapan Prakom diposisikan sebagai garda mitigasi risiko (mitigation safeguard). Kehadiran mereka menjamin setiap potensi disrupsi teknis dapat ditangani secara cepat dan tepat demi menjaga integritas serta kelancaran pemungutan suara.
Tak hanya kesiapan perangkat lunak dan keras, pasokan energi listrik turut menjadi fokus perhatian utama DPMD Kabupaten Sumedang. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melayangkan surat resmi kepada PT PLN (Persero) untuk memastikan suplai daya listrik tanpa henti (uninterrupted power supply) selama gelaran Pilkades berlangsung.
Melalui kesiapan komprehensif ini, Pemkab Sumedang optimistis pesta demokrasi di tingkat desa dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
“Harapan kita bersama, Pilkades serentak digital ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin desa terbaik yang amanah, mengayomi, serta mendedikasikan diri sepenuhnya untuk melayani masyarakat,” pungkas Widodo.***




