Bukti Nyata Pengelolaan ZIS: BAZNAS Sumedang Hadir Atasi Krisis Air Bersih Warga

SUMEDANG,KABARPEMUDA.id — Respons cepat BAZNAS Kabupaten Sumedang kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan penanganan krisis kemanusiaan dan sosial di daerah. Menjawab krisis air bersih yang melanda Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja, lembaga pengelola zakat tersebut menggelontorkan bantuan 12.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan vital warga, Minggu (6/9/2026).

Langkah taktis ini tak sekadar melepaskan dahaga warga Ciduging, tetapi juga memotret bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ditransformasikan menjadi aksi nyata yang berdampak instan. Kehadiran armada air bersih BAZNAS disambut antusiasme dan haru oleh warga setempat yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh pasokan air layak untuk konsumsi maupun sanitasi.

Bacaan Lainnya

Di bawah kepemimpinan H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., BAZNAS Kabupaten Sumedang terus bertransformasi menjadi lembaga pengelola ZIS yang proaktif, modern, serta responsif. Ayi menegaskan bahwa paradigma pengelolaan zakat saat ini tidak boleh rigid, melainkan harus adaptif terhadap dinamika kebutuhan darurat masyarakat di lapangan.

“Kehadiran BAZNAS di Dusun Ciduging adalah wujud komitmen moral dan amanah publik. Kami memastikan bahwa setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki dikonversi menjadi kemanfaatan yang langsung dirasakan. Ketika air bersih menjadi kebutuhan mendesak, di situlah BAZNAS harus hadir pertama kali,” ujar Ayi Subhan Hafas.

Ayi menambahkan, BAZNAS Sumedang menerapkan strategi penyaluran dua arah: pemberdayaan ekonomi dan sosial jangka panjang, serta intervensi krisis jangka pendek. Langkah ini diambil untuk memastikan jaring pengaman sosial berbasis filantropi Islam berfungsi optimal di seluruh tingkatan masyarakat.

Keberhasilan penyaluran belasan ribu liter air bersih ini memperkuat reputasi BAZNAS Kabupaten Sumedang sebagai lembaga yang profesional, akuntabel, dan tepercaya. Transparansi serta presisi penyaluran bantuan menjadi kunci dalam merawat kepercayaan masyarakat, sekaligus membakar semangat kesadaran berzakat di wilayah Sumedang.

Melalui kerja-kerja kemanusiaan yang terukur, BAZNAS Sumedang membuktikan bahwa pengelolaan ZIS tidak sekadar berhenti pada angka-angka administratif dalam laporan keuangan, melainkan mewujud menjadi instrumen perubahan sosial dan penopang kesejahteraan masyarakat secara nyata.***

Pos terkait