Dugaan Skandal Wakil Bupati Sumedang: Korban ‘Menghilang’, Tim Advokasi Tuntut Investigasi Bebas Intimidasi

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id  — Dugaan skandal moral yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang (MFA) kian memantik gelombang perlawanan. Aliansi masyarakat sipil bersama Tim Pendamping dan Advokasi Korban menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumedang pada Kamis (3/9), mendesak pengusutan tuntas tanpa kompromi atas kasus yang dinilai mencoreng wajah kepemimpinan daerah tersebut.

Aksi yang berlangsung riuh itu menjadi panggung kecaman keras terhadap lambannya respons otoritas dan indikasi adanya potensi pembungkaman. Salah satu Koordinator Aksi, Ismi, secara tegas menyatakan bahwa isu skandal yang melibatkan pejabat nomor dua di Sumedang itu bukan sekadar rumor liar, melainkan telah tervalidasi oleh berbagai pihak terkait.

Bacaan Lainnya

” Saya rasa Isu ini sudah tervalidasi oleh berbagai pihak dan sudah terkonfirmasi juga dari pihak PPA Polda Jabar” ujar Ismi kepada Wartawan.

Koordinator Tim Pendamping dan Advokasi Korban ini pun melayangkan tuntutan menohok kepada tim investigasi, pejabat publik, hingga legislator DPRD Sumedang. Ia menegaskan agar proses pemeriksaan dijalankan secara radikal jujur, transparan, serta steril dari segala bentuk intimidasi maupun intervensi kekuasaan.

“Investigasi harus berdiri tegak di atas kejujuran dan secara mutlak berpihak kepada korban,” tegasnya.

Dugaan Ancaman Intimidasi dan Korban yang ‘Menghilang

Di balik eskalasi politik lokal ini, kondisi keselamatan korban kini berada di titik kritis. Ismi mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir pihaknya telah bergerak cepat membangun benteng pertahanan dengan menggalang konsolidasi lintas lembaga nasional, mulai dari Komnas Perempuan, Asosiasi LBH, Forum Penyedia Layanan (FPL), hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Seluruh elemen ini telah menyiagakan infrastruktur perlindungan menyeluruh, mencakup pendampingan hukum, jaminan keamanan fisik, hingga pemulihan trauma psikologis. Namun, upaya pendampingan langsung masih terganjal raibnya keberadaan korban dari ruang publik.

“Komunikasi sejauh ini baru terjalin dengan pihak keluarga. Korban sendiri belum dapat dihubungi karena kediamannya dalam keadaan kosong dan seluruh akun media sosial pribadinya mendadak tidak aktif,” ungkap Ismi

Sinyal bahaya ini direspons tim advokasi dengan melayangkan panggilan terbuka kepada korban dan keluarga untuk segera merapat. Aksi di gedung parlemen ini ditegaskan sebagai sinyal kuat bahwa korban tidak berjuang sendirian di tengah cengkeraman potensi intimidasi pihak-pihak berkepentingan.

Tim advokasi menjamin pengawalan ketat dan siap mengerahkan seluruh jaring keamanan guna memastikan keselamatan korban serta keluarganya hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

Kabar Terkini

Kabar terbaru, isu ini telah disikapi oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di platform medsosnya.

Tim Investigasi Dedi merencanakan membuat tim investigasi untuk pemeriksaan terhadap dugaan kasus yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang, agar peristiwa tersaji secara objektif bukan berdasarkan opini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, akhirnya buka suara.

Dihubungi awak media lewat sambung telepon Whatsapp, Wabup Sumedang dengan tegas membantah ihwal isu viral yang menyeret namanya dan sekretaris pribadinya yang berinisial RY, hingga nama Anggota  DPR RI tersebut.

Menurut Wabup, informasi itu tidak berdasar dan saat ini sedang didalami. “Jujur saya pun kaget, ya bingung makanya ingin meluruskan kesalahpahaman ini,” ucapnya.

Intinya tidak ada apa-apa, itu semua tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pesan berantai sedang kami dalami. “Nanti juga akan ada konfirmasi-konfirmasi dari orang terkait,” kata Fajar. ***

Pos terkait