KABARPEMUDA.ID – Sumedang darurat “moral”. Fenomena penyimpangan perilaku seks yang kian masif dan terbuka di tengah masyarakat memaksa elemen anti-LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) turun tangan. Mereka dijadwalkan akan menggelar audensi besar-besaran di Gedung DPRD Sumedang pada Selasa, 30 Juni 2026, sebagai bentuk desakan nyata atas keresahan yang selama ini terpendam.
Slamet Prihadi, atau yang akrab disapa Bah Slamet selaku inisiator pergerakan, menyerukan mobilisasi bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral demi menjaga masa depan generasi muda Sumedang dari degradasi etika.
“Kami memanggil seluruh lapisan masyarakat, para orang tua, dan setiap pihak yang peduli terhadap masa depan anak bangsa untuk bersatu dalam audensi ini. Kondisi sudah tidak bisa ditoleransi; perilaku seks menyimpang di Sumedang sudah terpapar luas dan kita tidak bisa lagi berpangku tangan,” ujar Bah Slamet dengan nada tegas melalui saluran WhatsApp, Minggu (28/06/2026).
Bah Slamet menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar isu sosial biasa, melainkan ancaman nyata yang harus segera diputus mata rantainya. Tanpa intervensi kebijakan yang tegas, ia khawatir dampak kerusakan moral akan semakin masif dan sulit dikendalikan.
”Harus segera ada tindakan nyata. Kita tidak bisa membiarkan perilaku menyimpang ini terus merajalela dan berdampak destruktif bagi generasi penerus kita,” tandasnya.
Puncak dari audensi ini adalah desakan konkret kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang agar segera merumuskan dan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang secara spesifik mengatur ruang lingkup LGBT.
Menurut Bah Slamet, kehadiran Perda merupakan kebutuhan mendesak. Selama ini, minimnya landasan hukum yang kuat membuat penertiban terhadap pelaku seks menyimpang terkesan berjalan di tempat.
”Kami menuntut pemerintah daerah untuk tidak lagi lamban. Perda ini adalah instrumen krusial agar aparat memiliki dasar hukum yang kuat untuk melakukan penertiban dan pembersihan lingkungan dari segala bentuk perilaku seks menyimpang demi menjaga marwah dan masa depan Sumedang,” pungkasnya.(GUH)***





