SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Kisah Deti Kurnia (47), warga Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, menjadi bukti nyata bagaimana program bantuan sosial berhasil mencetak masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mantan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ini memutuskan untuk graduasi mandiri dan melepas bantuan PKH seiring dengan perkembangan usahanya.
Atas kegigihan dan kesadarannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Dony menilai langkah Deti merupakan gambaran ideal dari program pemberdayaan, di mana bansos berfungsi sebagai batu loncatan menuju kemandirian. Keputusan lepas dari kepesertaan PKH ini sekaligus memberikan kesempatan bagi warga lain yang lebih membutuhkan untuk merasakan manfaat bantuan tersebut.
Suntikan Modal dan Kesadaran Sosial
Kerja keras Deti dalam membangun bisnis olahan makanan ringan kini berbuah manis. Atas ketekunannya, ia mendapatkan bantuan pengembangan ekonomi masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) PKH Gemilang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 20 juta untuk memperluas jangkauan usahanya.
Keputusan graduasi mandiri diambil Deti karena merasa masih produktif dan sanggup menopang kebutuhan hidup dari pendapatan usahanya sendiri. Saat ini, ia hanya memanfaatkan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan untuk perlindungan kesehatan keluarga, sementara kebutuhan harian sepenuhnya ditopang dari hasil usahanya.
Kisah keberhasilan ini diharapkan Bupati Dony dapat memotivasi para penerima bansos lainnya yang telah mengalami peningkatan ekonomi agar berani menyusul langkah Deti menuju graduasi mandiri.***





