
Langkah strategis ini dilaksanakan secara bertahap dalam lima angkatan guna memastikannya berjalan interaktif serta tepat sasaran. Rangkaian kegiatan berpusat di dua lokasi utama, yakni UPTD Agrobisnis Tembakau Sumedang dan Aula Kantor 2 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang.
Kehadiran para pemangku kepentingan dalam agenda ini mempertegas solidnya kolaborasi untuk memajukan komoditas tembakau lokal. Terlihat hadir memberikan dukungan penuh perwakilan dari Bagian PSDA Setda Sumedang, BPJS Ketenagakerjaan, hingga deretan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mulai dari tingkat DPN Nasional, DPD Jawa Barat, hingga DPC Sumedang.
Keterlibatan lintas sektor ini tidak hanya menghadirkan jaminan penguatan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang perlindungan sosial dan kemitraan strategis yang lebih luas bagi para petani di lapangan.
Bimtek kali ini menaruh perhatian besar pada akselerasi tata kelola organisasi. Materi berfokus pada empat pilar utama:
Membangun manajemen kelompok yang akuntabel dan profesional.
Menjamin basis data yang presisi demi ketepatan penyaluran program bantuan dan kebijakan.
Mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor tembakau.
Mengoptimalkan fungsi kelompok tani sebagai Wahana Belajar, Wahana Kerja Sama, dan Unit Produksi.
Melalui penguatan kapasitas ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan optimis mampu membawa perubahan transformatif. Penerapan tata kelola yang solid diyakini menjadi kunci utama terwujudnya Better Farming praktik budidaya yang unggul dan efisien yang pada akhirnya bermuara pada Better Living, yaitu peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para petani tembakau Sumedang.***