
KABARPEMUDA.id— Dedikasi untuk tanah kelahiran tak pernah mengenal kata usai. Setiap jejak langkah yang diukir dengan ketulusan selalu menemukan muaranya pada kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Bintik-bintik peluh dan pengabdian panjang itulah yang mewarnai perjalanan birokrasi Dr. Tono Suhartono, SP., MM., sosok pimpinan hangat yang kini memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang.
Mengawali pengabdian sebagai aparatur sipil negara di garis terdepan, perjalanan kariernya ditempuh dari tingkat bawah. Dedikasi dan kedekatannya dengan akar rumput membuah manis ketika ia dipercaya menjabat sebagai Camat Buahdua. Di panggung kecamatan inilah, kepemimpinan yang mengayomi dan pemahaman mendalam atas dinamika masyarakat Sumedang mulai terpatri kuat.
Langkah pengabdian Tono Suhartono tak berhenti di tingkat wilayah. Rekam jejak integritas dan kapabilitas membawanya melangkah ke jajaran kepemimpinan eselon II Pemkab Sumedang. Berbagai posisi strategis telah diampunya dengan penuh tanggung jawab mulai dari memimpin Dinas Perhubungan (Dishub) hingga dialihwarnakan menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) pada April 2023.
Di tengah kesibukan menahkodai kebijakan publik, semangatnya untuk terus menimba ilmu tak pernah surut. Kebanggaan tersendiri hadir bagi jajaran Pemkab Sumedang saat ia berhasil meraih gelar Doktor (Dr.) bidang Ilmu Pertanian dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Juli 2024.
Dengan latar belakang Sarjana Pertanian (SP) dan Magister Manajemen (MM), gelar akademis tertinggi ini menjadi penegas kepakarannya. Disertasi doktoralnya yang berfokus pada model pemberdayaan petani khususnya pada komoditas unggulan seperti mangga merupakan wujud nyata komitmennya untuk menghadirkan solusi ilmiah bagi kesejahteraan para pahlawan pangan lokal.
Melalui amanah terbaru di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang, Dr. Tono Suhartono kini berada di garda terdepan dalam mengawal benteng ketahanan dan swasembada pangan daerah. Dengan visi yang tajam namun humanis, ia tidak hanya berfokus pada hasil panen, melainkan pada keberlanjutan masa depan pertanian itu sendiri.
“Pertanian adalah tulang punggung kehidupan, dan regenerasi adalah kuncinya,” menjadi semangat yang senantiasa dibawanya.
Kini, fokus utamanya tertuju pada dorongan bagi hadirnya generasi muda berbasis teknologi di sektor pertanian Sumedang. Bagi Dr. Tono Suhartono, membawa anak-anak muda kembali mencintai tanah kelahirannya melalui inovasi dan teknologi pertanian modern adalah modal utama mewujudkan Sumedang yang mandiri, sejahtera, dan berketahanan pangan.
Perjalanan panjang dari seorang pamong wilayah hingga menjadi Doktor Pertanian penentu kebijakan ini menjadi cermin teladan: bahwa kerja keras, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus akan selalu melahirkan kebanggaan bagi Bumi Sumedang.***