SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Pembangunan Bendungan Sadawarna merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis nasional. Keberadaan fasilitas pendukung seperti Jalan Lingkar Bendung Sadawarna memiliki peran yang sangat menentukan bagi keberlangsungan mobilitas dan perekonomian harian warga Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang. Akses jalan beton yang menjadi urat nadi perhubungan antar-desa dan antar-kabupaten tersebut saat ini membutuhkan penanganan khusus akibat amblas dan pergeseran tanah.
Penekanan dan perhatian serius mengenai hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya (@donyahmadmunir) saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Bupati meninjau kondisi jalan yang retak dan amblas guna memastikan keselamatan serta kelancaran transportasi masyarakat setempat.
6 Titik Kerusakan: Pentingnya Keamanan Akses Utama Warga
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, teridentifikasi sebanyak 6 titik longsoran dan patahan yang menyebabkan konstruksi jalan beton amblas cukup dalam. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan mengingat dampak langsungnya terhadap keselamatan pengguna jalan.
Bupati Sumedang memberikan penekanan khusus terkait status vital jalan ini. Jalan Lingkar Sadawarna bukan sekadar jalur alternatif, melainkan satu-satunya akses yang menghubungkan Kecamatan Surian ke Kabupaten Subang, sekaligus penyambung mobilitas antar-desa di wilayah Surian.
“Kebutuhan paling mendasar masyarakat adalah keamanan dan kenyamanan bertransportasi. Seiring dengan hadirnya proyek infrastruktur Bendungan Sadawarna, hak dasar warga atas akses jalan yang layak dan aman harus terus dikawal dan diprioritaskan,” tegas Bupati Dony.
Kewenangan Administratif dan Harapan Kepada Kementerian PUPR
Secara kewenangan dan tanggung jawab teknis, perbaikan Jalan Lingkar Bendung Sadawarna berada di bawah naungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Melalui video tersebut, Bupati Sumedang menyampaikan permohonan terbuka dan harapan besar kepada Menteri PUPR agar pemerintah pusat dapat segera mengalokasikan langkah perbaikan permanen untuk menyelesaikan persoalan pergeseran tanah di lokasi tersebut.
“Pak Menteri PU, mohon dengan sangat… Ini adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan Surian ke Subang dan antar-desa di Surian. Kami memohon penanganan permanen segera direalisasikan oleh BBWS Citarum agar warga mendapatkan jaminan jalan yang aman dan nyaman,” ungkap Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. langsung dari lokasi peninjauan.
Penanganan Darurat Berjalan, Mendorong Perbaikan Permanen
Sebagai bentuk tanggap darurat, Pemkab Sumedang terus berkoordinasi erat dengan BBWS Citarum. Saat ini, dari 6 titik kerusakan yang ada, 1 titik telah berhasil ditangani secara fungsional oleh BBWS Citarum agar dapat dilalui kendaraan secara aman.
Namun demikian, penanganan fungsional tersebut perlu dilanjutkan dengan langkah rekonstruksi dan penguatan struktur tanah secara permanen. Hal ini penting agar jalan tidak kembali amblas, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan jalan ini hingga tuntas, sehingga warga Kecamatan Surian dapat kembali menikmati fasilitas transportasi yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.***





