HIMPAUDI Sumedang Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Pendidik PAUD

SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) tingkat Kabupaten Sumedang berlangsung semarak di Gedung Kesenian Lapang Pacuan Kuda, Sabtu (19/9/2026).

Mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”, perayaan ini menjadi momentum krusial untuk menggembleng semangat para pendidik dalam menuntut pengakuan legalitas dan kesetaraan profesi.

Bacaan Lainnya

Agenda strategis tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Sumedang dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta menyedot antusiasme tak kurang dari 1.756 insan pendidik PAUD se-Kabupaten Sumedang.

Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Sumedang, Hj. Euis Nurfaridah, menegaskan bahwa usia ke-21 merupakan titik balik penting bagi organisasi untuk memperkuat legitimasi dan memperjuangkan hak-hak kesejahteraan para tenaga pendidik.

“Alhamdulillah, hari ini HIMPAUDI genap berusia 21 tahun. Perayaan di PD HIMPAUDI Kabupaten Sumedang ini dihadiri langsung oleh 1.756 peserta,” tutur Euis.

Ia menerangkan, tema yang diusung tahun ini merangkum esensi perjuangan kolektif guru PAUD dalam meraih kesetaraan status profesi dengan jenjang pendidikan lainnya.

“Ini manifestasi perjuangan bersama kita. Harapannya, pada usia ke-21 ini HIMPAUDI kian solid dan berkembang, serta para pendidiknya semakin terpacu mendharma-bhaktikan diri bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Sumedang,” ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI dimeriahkan beragam kegiatan interaktif, mulai dari senam sehat, jalan santai, aneka perlombaan, hingga penyerahan penghargaan “The Most Dedicated Leader” sebagai bentuk apresiasi bagi Ketua Pimpinan Cabang (PC) berprestasi. Acara kemudian ditutup dengan seremoni pemotongan kue, pembagian door prize, dan panggung hiburan.

Euis optimistis, spirit kemerdekaan profesi yang digelorakan melalui perayaan ini dapat terus terjaga demi mewujudkan kesetaraan hakiki bagi seluruh guru PAUD.

“Harapan kita, asa ini tetap menyala. Kita terus bergerak bersama menuntut pengakuan resmi atas profesi kita sekaligus mewujudkan kesetaraan hak bagi guru PAUD,” pungkasnya.***

Pos terkait