SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meninjau Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026). Kunjungan ini berfokus pada pengawasan penyelenggaraan pendidikan sekaligus percepatan pembangunan sarana fisik Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Sarana Penunjang Kemenag Sumedang tersebut dihadiri jajaran Komisi VIII DPR RI, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Setda Sumedang, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kepala Kemenag Sumedang beserta jajaran, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanul Haq, menegaskan komitmennya untuk mengawal pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur kawasan madrasah unggulan tersebut.
“Perjuangan menghadirkan MAN IC ini sudah berlangsung cukup lama, terutama terkait lahan. Kami mengapresiasi Kemenag, Pemkab Sumedang, dan Pemprov Jawa Barat yang terus bersinergi mempercepat perluasan lahan,” ujar Maman.
Langkah percepatan ini dinilai mendesak lantaran kegiatan belajar mengajar telah berjalan selama tiga tahun, sementara para siswa masih menumpang di fasilitas Asrama Haji Bekasi. Maman menekankan, memasuki tahun keempat, seluruh fasilitas primer madrasah harus sudah rampung.
Kebutuhan mendesak tersebut mencakup Ruang Kelas Belajar (RKB) untuk sekitar 180 siswa, hunian tenaga pendidik, masjid, hingga akses jalan utama.
“Tahun keempat seluruh sarana fisik tidak bisa ditawar lagi. Selain RKB dan fasilitas penunjang, aksesibilitas jalan menjadi prioritas. Kami meminta Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang segera merampungkan pembangunan jalan menuju kawasan madrasah,” kata Maman.
Penyelesaian kompleks madrasah ini kian mendesak menyusul adanya imbauan dari pihak pengelola Asrama Haji agar fasilitas tersebut segera dikosongkan.
“Sudah ada warning untuk mengosongkan Asrama Haji. Para siswa juga terus mempertanyakan kapan bisa menempati kampus sendiri. Karena itu, pengerjaan konstruksi ini sangat krusial,” tegasnya.
Selain infrastruktur fisik, Komisi VIII DPR RI menyoroti pemenuhan sumber daya manusia (SDM). Berstatus sebagai sekolah filial (filial class), MAN IC Sumedang masih membutuhkan tambahan tenaga pengajar berkualitas demi menjaga mutu pendidikan.
Maman mendorong Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag untuk segera membuka rekrutmen khusus pendidik berprestasi, terutama dari wilayah Jawa Barat.
“Tenaga pendidik adalah kunci utama. Kami berharap Dirjen Pendis segera menggelar rekrutmen selektif agar saat gedung baru beroperasi, seluruh aktivitas pembelajaran terfasilitasi secara optimal,” pungkas Maman.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Kementerian Agama ini diharapkan mampu merealisasikan target kepindahan seluruh civitas akademika MAN IC Sumedang ke gedung baru pada tahun ajaran mendatang.***





