Fhoto: Abah Selamet
SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — ESKALASI isu krusial yang tengah melanda Kabupaten Sumedang kian memantik gelombang protes dari masyarakat sipil. Dinilai lambat dalam penanganan persoalan daerah, Forum Ormas dan Masyarakat Peduli Sumedang (FORMAS) secara resmi mengonsolidasikan kekuatan massa untuk “guruduk” dan menduduki ruang sidang DPRD Kabupaten Sumedang pada Rabu, 2 September 2026 mendatang.
Mobilisasi massa yang melibatkan gabungan ormas, elemen pemuda, hingga tokoh warga setempat ini ditujukan untuk menagih transparansi serta pertanggungjawaban publik dari para wakil rakyat. Langkah radikal namun terukur ini diambil setelah pelbagai persoalan daerah yang berkembang belakangan ini dinilai belum menemui titik terang yang jelas dari pihak pemerintah maupun legislatif.
Mengusung bendera perjuangan “Suara Masyarakat untuk Sumedang yang Lebih Baik”, FORMAS menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggotanya untuk merapatkan barisan di Gedung Dewan mulai pukul 13.00 WIB. Pertemuan paksa ini dikonsepkan sebagai panggung klarifikasi terbuka, di mana rakyat menuntut jawaban konkret atas problematika yang merugikan publik.
Meski menggunakan narasi penekanan (geruduk), Koordinator FORMAS (Abah Selamet) memastikan aksi tersebut akan tetap berjalan dalam koridor hukum dan etika. FORMAS menggarisbawahi empat prinsip utama yang wajib dipatuhi seluruh simpatisan: menjaga ketertiban dan kesantunan, mengedepankan asas tabayyun (konfirmasi berbasis fakta dan keadilan), murni memperjuangkan kepentingan umum, serta menjaga situasi daerah agar tetap kondusif.
Audiensi ini menjadi pertaruhan penting bagi komitmen DPRD Sumedang dalam menyerap aspirasi konstituennya. Kehadiran massa FORMAS diharapkan mampu mendesak lahirnya keputusan politik yang tegas, transparan, dan berpihak penuh pada kemaslahatan masyarakat Sumedang.***





