SUMEDANG, KABARPEMUDA.id — Membawa hembusan angin segar dalam tata kelola pemerintahan desa, kepemimpinan berbasis pelayanan publik dan integrasi nilai lokal kembali hadir menyapa warga Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta. Figur yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cipanas, Moch. Asep Latipan, kini resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Banyuasih.
Dengan bekal rekam jejak, pengalaman kepemimpinan, serta integritas yang tinggi, Moch. Asep Latipan menawarkan arah baru pembangunan desa yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Visi Strategis: “Banyuasih BENGRAS”
Dalam pencalonannya kali ini, Moch. Asep Latipan mengusung gagasan strategis melalui visi luhur:
“Terwujudnya Desa Banyuasih yang Bersih, Guyub, Rahayu, Agamis, dan Sejahtera (BENGRAS).”
Akronim BENGRAS bukan sekadar slogan, melainkan sebuah kristalisasi atas kebutuhan objektif dan aspirasi masyarakat Banyuasih saat ini. Visi ini merefleksikan komitmen mendalam Moch. Asep Latipan untuk menghadirkan kepemimpinan yang transparan, akuntabel, serta mengakar pada nilai-nilai lokal. Bagi beliau, sebuah desa tidak hanya dituntut maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga harus kokoh secara spiritual serta harmonis dalam tatanan sosial.
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Moch. Asep Latipan merumuskan lima langkah strategis (Panca Misi) yang terukur untuk menjawab tantangan zaman:
Mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari. Fokus diarahkan pada penataan sanitasi, pengelolaan lingkungan yang asri, serta penataan ruang terbuka hijau yang mendukung kesehatan fisik dan mental warga.
Membangun kebersamaan untuk desa yang guyub dengan menghidupkan kembali nilai persatuan lintas generasi. Budaya gotong royong dijadikan motor penggerak utama dalam pembangunan dan penyelesaian norma sosial.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata melalui penguatan UMKM, sektor pertanian, dan kemudahan akses pemberdayaan ekonomi agar pertumbuhan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Memperkuat nilai-nilai agama dan budaya sebagai benteng moral dalam kehidupan bermasyarakat demi melahirkan generasi muda yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Mengoptimalkan segenap potensi sumber daya alam maupun manusia secara terencana demi masa depan dan warisan terbaik bagi generasi mendatang.
Melalui jargon penutup yang menggugah, “Bersama BENGRAS, Banyuasih Maju dan Berkelas”, Moch. Asep Latipan menegaskan bahwa perubahan dan kemajuan desa tidak bisa dicapai secara soliter, melainkan melalui kerja kolaboratif seluruh komponen masyarakat.
Kehadiran kembali Moch. Asep Latipan di Pilkades Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta, menjadi fajar harapan baru bagi warga. Masyarakat kini memiliki opsi kepemimpinan teruji yang tidak hanya siap melayani, tetapi juga mampu membawa Desa Banyuasih bertransformasi menjadi desa percontohan yang maju, mandiri, dan bermartabat.**





