Momentum Harlah ke-53 KNPI: Bupati Sumedang Letupkan “Revolusi Kesadaran” Pemuda Lewat Aksi Nyata

KABARPEMUDA — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyerukan pentingnya “revolusi kesadaran” di kalangan generasi muda guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks. Poin krusial tersebut ia sampaikan dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53 tingkat Kabupaten Sumedang yang berlangsung hangat di Cafe Sore Space, Sumedang, Jumat malam (24/7/2026).

Bacaan Lainnya

Turut hadir didampingi Wakil Bupati Sumedang, Dony menegaskan bahwa pemikiran kritis generasi muda tidak boleh berhenti pada tataran wacana semata, melainkan harus ditransformasikan menjadi keberanian mengeksekusi gagasan.

“Dunia berubah secara eksponensial. Lanskap teknologi bergerak cepat dari era search engine hingga fajar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Di tengah disrupsi ini, pemuda dituntut mengasah kompetensi, memperluas jejaring, serta memelihara integritas karakter. Perubahan nyata hanya lahir dari gagasan yang dieksekusi,” tegas Dony di hadapan sekitar 150 pemuda dari pelbagai lintas komunitas dan organisasi.

Perayaan Harlah KNPI ke-53 yang mengusung tajuk “Melepas Perasaan, Merayakan Muda” menandai pergeseran paradigma kepemudaan di Sumedang. Berbeda dari format konvensional, helatan tahun ini dikemas lebih inklusif untuk merangkul kelompok pemuda di luar lingkaran organisasi formal.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumedang, Muhammad Ridzki Kharisma, menguraikan bahwa pendekatan baru ini merupakan upaya melepas stigma elit di tubuh organisasi kepemudaan.

“Kami ingin meruntuhkan sekat. KNPI tidak boleh berjarak dengan anak muda non-organisasi. Kemasan acara yang lebih karib mulai dari dialog kebangsaan, pertunjukan musik, hingga nonton bersama menjadi jembatan emosional untuk menghadirkan pembinaan yang lebih masif dan solutif,” papar Ridzki, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sumedang.

Ridzki menyoroti pentingnya edukasi preventif terhadap isu sosial dan kriminalitas remaja. Menurutnya, alih-alih menghakimi, ruang-ruang bertumbuh yang produktif harus dibuka selebar-lebarnya. Kontribusi pemuda, lanjutnya, dapat dimulai dari kemandirian pribadi, kematangan berpikir, serta keberhasilan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Apresiasi tinggi disampaikan Pemkab Sumedang atas konsistensi KNPI sebagai kawah candradimuka calon-calon pemimpin masa depan. Dony Ahmad Munir berharap KNPI tidak sekadar menjadi tempat berkumpul (hub), melainkan mampu menjelma sebagai katalisator gerakan yang dampaknya terpatri langsung di tengah masyarakat.

“Gunakan wadah ini untuk menggembleng diri. Hadirkan kegiatan berbobot mulai dari lokakarya, peningkatan kapasitas, hingga akses pendidikan lanjutan. Jika KNPI konsisten memberi dampak konkret, para pemuda dengan sendirinya akan datang dan menjadikan organisasi ini rumah besar mereka,” ujar Dony.

Mengutip pentingnya sikap mental open mind, open heart, dan open will, Bupati mengakhiri optimismenya bahwa dari rahim KNPI Sumedang akan lahir para pemimpin visioner yang adaptif, berintegritas, dan membawa arah perubahan positif bagi daerah.***

Pos terkait