KABARPEMUDA.ID – Desa Sukaluyu di Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, tengah menghadapi tantangan besar akibat populasi monyet yang dianggap sebagai hama pertanian.
Aktivitas monyet yang merusak tanaman di lahan pertanian menimbulkan keresahan mendalam dan kerugian ekonomi bagi komunitas petani setempat.
Dendi Permana, Kepala Desa (Kades) Sukaluyu, mengungkapkan bahwa serangan monyet berdampak buruk bagi produktivitas pertanian warga.
“Monyet kerap menyerang tanaman kami, menyebabkan gagal panen yang berulang. Saya sangat prihatin dengan kondisi petani di sini yang harus menanggung kerugian akibat ulah monyet,” katanya pada 8 Oktober 2025.
Jenis tanaman yang paling sering menjadi target monyet meliputi jagung, kacang kacangan, padi, dan kelapa.
Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya mengurangi hasil panen tapi juga berdampak pada pendapatan petani lokal.
Kades menilai fenomena ini erat kaitannya dengan perubahan habitat alami monyet.
Ekspansi lahan pertanian dan fragmentasi hutan mendorong monyet mencari makanan di kebun warga, mencerminkan adanya gangguan pada keseimbangan ekosistem.
“Ini menunjukkan perlu ada perhatian serius terhadap interaksi antara manusia dan satwa liar demi menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.
Dendi Permana mengharapkan solusi efektif dari berbagai pihak untuk meredakan konflik ini.
Di sisi lain, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menyatakan komitmen kepolisian dalam membantu penanganan masalah hama monyet, terutama dalam konteks program ketahanan pangan di Sukaluyu.
“Polres Sumedang akan menyediakan stiker pengusir hama dengan suara harimau, serta bekerja sama mendatangkan burung elang dan burung hantu untuk membantu mengontrol populasi monyet di area pertanian,” ujarnya.
Kerja sama antara pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat terlihat dalam upaya mencari solusi atas konflik antara pertanian dan keberadaan satwa liar di Sukaluyu, Sumedang, mencerminkan pendekatan kolaboratif untuk mengatasi tantangan ini. (Arif)***





