KABARPEMUDA.ID –– Hari pertama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat sekolah dasar di SDN kertayasa diwarnai beragam cerita.
Ada murid yang antusias mengenakan seragam baru, ada yang menangis saat berpisah dengan orang tua.
SDN kertayasa menerapkan sistem rotasi tempat duduk agar tak terjadi rebutan bangku.
Suasana itu terlihat di SDN kertayasa desa Cemara Sejumlah orang tua tampak mengantar anak-anak mereka, Sebagian siswa langsung berbaur dengan teman-teman barunya, sementara beberapa lainnya masih enggan ditinggal orang tua.
Salah seorang wali murid, Ibu Yati mengaku tak khawatir melepas putranya yang baru masuk kelas 1 di SDN kertayasa Menurutnya, sang anak sudah sangat antusias sejak malam sebelum hari pertama masuk sekolah.
“Dia dari malam sudah semangat, minta dibangunin subuh supaya bisa cepat berangkat sekolah. Sudah enggak sabar pakai seragam baru, sepatu baru, dan ketemu teman-teman baru, di SDN kertayasa (13/7/2026).
Ia mengaku persiapan menjelang masuk sekolah memang cukup menyita waktu. Mulai dari membeli seragam, sepatu hingga perlengkapan belajar lainnya. Meski repot, ia menikmati momen tersebut sebagai hal yang menyenangkan.
“Repot, tapi senang. Karena anaknya juga semangat, jadi kitanya ikut senang.
Berbeda dengan wali murid lainnya, ani harus lebih dulu menenangkan anaknya yang menangis saat hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, sang anak masih belum terbiasa dengan lingkungan dan teman-teman baru.
Ani mengatakan tangisan itu merupakan hal yang wajar karena anaknya baru pertama kali mengenal suasana sekolah. Setelah diberi pengertian dan didampingi, perlahan anaknya mulai tenang dan bersedia berbaur bersama teman-teman barunya.
“Iya emang tadi sempet nangis anaknya nggak mau ditinggal. Wajar dia baru pertama kali masuk sekolah,” katanya.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di SDN kertayasa semoga berjalan kondusif.
Rangkaian Kegiatan MPLS
Kepala SDN kertayasa Sunaryo SP. d. mengatakan hari pertama diisi dengan penyambutan siswa melalui pertunjukan tari. Selanjutnya, siswa diajak saling berkenalan, mengenal budaya sekolah.
Hari pertama MPLS diisi dengan kegiatan belajar yang menyenangkan dan storytelling mengenai tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. siswa akan mendapat pembelajaran training.
Kemudian, pada penutupan kegiatan akan digelar kampanye anti-bullying. Selama MPLS, siswa baru juga didampingi kakak kelas melalui buddy program agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah (Sahrul)***





