KABARPEMUDA.id – Kemeriahan terjadi saat gelaran pesta laut di Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, pada Sabtu (27/4/2024).
Pesta laut ini mayoritas diisi oleh para nelayan dan terdapat beberapa prosesi.
Tak luput dari itu, pagelaran wayang kulit pun meriahkan acara pesta laut.
Ketua Panitia, Rudi mengatakan upacara adat pun ada ngarung laut sebagai tradisi yang dilakukan oleh leluhur dengan tujuan memberikan rasa syukur untuk hasil ikan yang selalu didapatkan semua nelayan.
“Dalam acara ini, masyarakat dan nelayan tampak antusias dan tumpah ruah ke tengah laut menggunakan puluhan kapal menyaksikan berlangsungnya pelepasan dongdang,” ujar Rudi.
Rudi mengatakan, selain syukuran atas penghasilan nelayan, pesta laut dengan menelan biaya cukup pantastis tersebut digelar juga untuk menjaga tradisi leluhur sebagai adat budaya yang senantiasa harus dilestarikan karena bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun luar daerah.
Kuwu Desa Ujunggebang Lopani mengatakan, pesta laut ini diharapkan bisa membawa dampak baik bagi nelayan.
“Terutama terkait keselamatan dan tangkapan melimpah, agar lebih nyaman dan lebih maju sehingga mendorong aktifitas nelayan yang semakin lancar sehingga nelayan Ujunggebang bisa sejahtera,” ujar dia.
Diungkapkan Lopani,
konon menurut sebagian besar nelayan dsngan adanya pesta laut tersebut akan membawa berkah bila disiramkan ke kapal nelayan.
Sementara itu, nelayan yang menghadiri pesta laut tersebut pun terlihat antusias.
“Senang sekali, pesta laut kali ini cukup meriah, kegiatan ini memang sudah menjadi tradisi para nelayan dalam setiap tahunnya,” ucap warga
“Ini sudah jadi tradisi para nelayan, yang rutin digelar setiap tahun sebagai rasa syukur nelayan Ujunggebang atas hasil laut selama ini. Kegiatan pesta laut ini selalu menarik perhatian warga masyarakat sekaligus dijadikan ajang wisata tahunan oleh masyarakat yang datang langsung menyaksikan kegiatan pesta laut,” tambahnya.
Camat Sukra, Bagus Asep Trisnadi, SE mengatakan, tradisi adat yang telah dijadikan sebagai event rutin tahunan sebagai ungkapan rasa syukur atas tangkapan panen hasil laut.
“Pesta Laut kembali digelar pada tahun ini, bisa juga sebagai ajang silaturahmi antar nelayan juga warga , event ini digelar dengan cukup meriah,” ujarnya.
UPTD Dinas Perikanan dan Kelautan, Yunengsih mengatakan sedekah laut yang melibatkan seluruh warga kelurahan tersebut mengekspresikan hasil hasil laut menjadi sajian menarik.
Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti event karnaval sedekah laut. Hasil laut divisualisasikan dalam ukuran besar sebagai ungkapan syukur para nelayan.
Bermacam macam bentuk dan jenis ikan dan udang ditampilkan dengan berbagai hiasan.
Ada pula bentuk miniatur bangunan tempat pelelangan ikan (TPI), tidak hanya orang tua, remaja dan anak anak menyambut gembira.
Selain memvisualusasikan hasil laut, mereka juga menampilkan barisan kesenian dan organisasi kemasyarakatan.
Yunengsih berpesan kepada warga masyarakat Ujunggebang agar kompak bersama sama membersihkan sampah.
Sampah yang berserakan harus kelola dan dibersihkan usai acara.
“Aacara tahunan sedekah laut disambut baik oleh segenap masyarakat. Berbagai acara baik tradisional maupun hiburan rakyat disajikan. semuanya terlibat dan menjadi peserta karnaval,” jelas Yunengsih. (Uri Damuri)***





