KABARPEMUDA.ID – Masyarakat Desa Tegaltaman malam Jumat Kliwon dianggap malam yang penuh misteri.
Oleh karena itu, beberapa daerah sering melakukan berbagai macam tradisi untuk memperingati malam yang sakral ini.
Tradisi ini diadakan tiap hari Kamis Wage atau malam Jumat Kliwon .
Kliwonan adalah tradisi malam Jumat Kliwon untuk mengenang jasa leluhur dan nenek moyang yang telah membangun wilayah Tegaltaman.
Budaya Kliwonan sudah ada sejak zaman nenek moyang. Islam memadukan budaya islam dengan budaya Jawa yang kemudian melahirkan kebudayaan baru tanpa meninggalkan budaya lama.
Salah satu kebudayaan masyarakat Desa Tegaltaman adalah malam Jumat Kliwon dan agama Islam memasukan ritual yang berwujud doa-doa, ziarah kubur, pengadaan yasinan dan sebagainya.
Maka dari itu, ritual ini dilakukan pada malam Jumat Kliwon disebut dengan Budaya Kliwonan. Disela acara Kliwonan.
Kuwu Tegaltaman Makrus Hadi Prayitno, mengatakan Tradisi Kliwonan merupakan tradisi malam Jumat Kliwon.
Tujuannya, untuk mengenang jasa leluhur dan nenek moyang yang telah membangun wilayah Desa Tegaltaman.
“Tradisi Kliwonan sebagai tradisi turun temurun yang dilakukan dari dahulu hingga saat ini,” ucapnya, Jumat (27/6/2025).
Dikatakannya, sebelum acara diawali dengan bersama-sama membaca basmallah, pembacaan kitab suci Alquran, dan dilanjutkan pembacaan Istiqosyah yang memunculkan suasana khusuk dan hikmat.
Dengan adanya Kliwonan, upaya untuk terus membimbing umat Islam di desanya dalam pengamalan Islam yang baik dan benar.
Makrus mengatakan, Kliwonan adalah ritual sakral dengan tujuan untuk membebaskan, membersihkan, diri dari sesuatu yang dipandang buruk.
Kliwonan merupakan budaya membangun upaya untuk meraih keselamatan hidup yang telah lama menjadi ciri dalam kehidupan masyarakat Tegal Taman. (Damuri)***





