Pancaroba di Perairan Cidaun, Tekong Perahu Nelayan Hilang Dihantam Gelombang Tinggi

CIANJUR, KABARPEMUDA.id — Cuaca buruk di kawasan pesisir selatan Jawa Barat kembali menelan korban. Sebuah perahu nelayan HD Jaya 101 dihantam gelombang tinggi di Perairan Ciwidig, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Sabtu (24/10/2026) pagi. Insiden kecelakaan laut (Man Overboard) tersebut mengakibatkan sang tekong perahu dilaporkan hilang, sementara satu juru mudi lainnya berhasil selamat.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, perahu yang tengah bertolak melaut menerjang gugusan kabut tebal dan curahan hujan deras. Pandangan yang terbatas memicu perahu bergerak terlalu dekat ke garis pantai, hingga akhirnya terhempas gulungan ombak besar dan terdampar di pesisir Pantai Ciwidig.

Bacaan Lainnya

Seorang anak buah kapal (ABK) berusia 18 tahun berhasil menyelamatkan diri dengan berenang melawan hempasan ombak hingga mencapai bibir pantai. Namun, nahkoda perahu berusia 24 tahun terhempas dan hanyut terbawa arus deras.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung yang menerima laporan dari Satpolairud Cidaun Cianjur segera menerjunkan personel rescue dari Unit Siaga SAR Cianjur menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa operasi SAR gabungan telah resmi dibuka setelah berkoordinasi intensif dengan aparat kepolisian perairan setempat.

“Usai memverifikasi laporan bersama pihak terkait, kami langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Cianjur untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang belum ditemukan,” tegas Ade.

Operasi pencarian ini menyatukan berbagai unsur potensi SAR, mulai dari Basarnas, Satpolairud Cidaun, Polsek Cidaun, Relawan Tanggap Bencana (Retana), RAPI, relawan 130 MS, hingga kelompok nelayan dan warga lokal yang sejak awal menyisir area sekitar kejadian.

Meski demikian, kondisi alam menjadi tantangan paling berat dalam misi penyisiran ini. Berdasarkan pemantauan meteorologi di lokasi, tinggi gelombang laut mencatatkan angka krusial hingga 2,9 meter, dengan kecepatan arus berkisar 0,6–0,7 knot, serta hempasan angin dari arah tenggara mencapai 11–12 knot.

Menanggapi dinamika cuaca ekstrem tersebut, pihak Basarnas menekankan pentingnya kalkulasi risiko demi keselamatan seluruh personil penyelamat.

“Keselamatan seluruh anggota tim tetap menjadi prioritas utama kami. Tingginya gelombang dan dinamika perairan selatan menjadi kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel yang beroperasi di lapangan,” tutup Ade.***

Pos terkait