KABARPEMUDA.ID – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukra kabupaten Indramayu menyelenggarakan Rapat Koordinasi pada bidang pertanian guna mendapatkan hasil pertanian maksimal dan solusi penggunaan serta kekurangan air, Senin (30/12/2024).
Dalam kesempatannya, camat bagus Asep Trisnadi, SE, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan Rakor ini adalah untuk menampung permasalahan yang selama ini dialami petani di wilayah Kecamatan Sukra.
Juga, upaya memberikan informasi kepada petani mengenai rencana pendistribusian air Bila kekurangan solusi terbaik mengambil dari kali mangsetan.
Bagus menambahkan, dalam kegiatan ini juga akan diberikan informasi mengenai solusi yang berkaitan dengan pasokan air untuk pertanian.
Selanjutnya, dalam rakor ini juga diberikan sosialisasi mengenai pengendalian hama tikus dengan sistem gropyokan (teknik pengendalian tikus sawah dengan melakukan pembongkaran lubang-lubang aktif sarang tikus) dan racun tikus.
Camat Bagus menyarankan kepada kelompok tani dalam pengendalian hama tikus agar menggunakan teknik alami dalam memerangi hama tikus.
Menurutnya bahwa kegiatan Rakor ini sangat penting untuk hasil pertanian karena perencanaan dan kewaspadaan dini dalam menghadapi hama penyakit tanaman dapat dilakukan lewat rakor ini.
“Kegiatan ini sangat penting untuk hasil pertanian yang maksimal, karena perencanaan kebutuhan sarana pertanian dan kewaspadaan dini dalam menghadapi hama penyakit tanaman dapat dilakukan lewat kegiatan ini,” ujarnya.
Rakor (Rapat Koordinasi) pengaturan air untuk Masa Tanam adalah kegiatan yang sangat penting untuk memastikan ketersediaan air yang cukup dan distribusi yang adil untuk kebutuhan pertanian khususnya di wilayah kecamatan Sukra.
Disampaikannya Camat tujuan Rakor ini untuk Meninjau ketersediaan air, curah hujan, dan keberhasilan distribusi air pada musim tanam sebelumnya.
Menghitung kebutuhan air untuk masing-masing wilayah pertanian berdasarkan jenis tanaman, luas lahan, dan prakiraan cuaca.
Memastikan sinkronisasi antara jadwal tanam dan jadwal distribusi air, serta Mendengarkan aspirasi dan masukan dari petani mengenai kebutuhan dan kendala yang dihadapi.
“Rakor pengaturan air ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, memastikan ketersediaan air yang memadai untuk pertanian, dan mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi selama masa tanamtanam,” pungkasnya. (Uri Damuri) ***





