KABARPEMUDA.ID — Lembaga pesantren, MTS dan MA Plus Al-Hikam menggelar Pelatihan Jurnalisme Santri dalam Kegiatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU IPPNU.
MAKESTA sudah menjadi rutinitas di MTS dan MA Plus Al-Hikam guna menyambung estapet kepemimpinan di PK IPNU IPPNU.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari penuh 18-19 Oktober bertempat di Aula MTS Plus Al-Hikam dan dibuka langsung oleh Ketua PC IPNU IPPNU Kabupaten Sumedang.
Panitia pelaksana mengundang Ketua FORKOWAS (Forum Komunikasi Wartawan Santri Sumedang), Helmi Fauzi untuk mengisi Pelatihan Jurnalistik. Tema yang dibawakan yakni bernama Jurnalisme Santri “Jadilah Wartawan Untuk Pesantren Anda Sendiri”.
Ketua PC IPNU Sumedang, Sidiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan MAKESTA ini adalah jenjang pendidikan awal untuk menjadi anggota.
“IPNU IPPNU ini mempunyai selogan belajar, berjuang dan bertaqwa, maka kita berkumpul disini untuk belajar menjadi seorang pelajar yang terpelajar,” terangnya.
Dikatakan, perkembangan digitalisasi zaman sekarang sudah berkembang pesat, namun sangat miris jika kita tidak bisa mengikuti dan mempelajari nya dengan baik.
“Belakangan ini media sedang menyoroti kita kalangan Santri Kiyai dengan narasi narasi yang tidak beretika, narasi yang bohong, bahkan mengandung ujaran kebencian. Ini sangat miris dan menyakiti hati kita semua,” Imbuhnya.
Kejadian tersebut terjadi, kata Sidiq, menjelang hari hari besar kita yakni Hari Santri Nasional.
Sementara itu Ketua PK IPNU MA Plus Al-Hikam, Rizky Oktavian Zunaedi mengatakan pentingnya seorang pelajar mendalami ilmu tata cara menulis.
“Mendengar kasus-kasus yang terjadi belakangan ini, saya pribadi sebagai pelajar sebagai santri geram. Hal ini perlu kita lawan minimal dengan tulisan-tulisan yang dapat memberi edukasi bagi masyarakat luas supaya tidak terprovokasi,” pungkasnya.
Ini yang menjadi alasan kami, lanjut Rizki, MAKESTA PK IPNU IPPNU MTS dan MA Plus Al-Hikam kali ini diisi oleh pelatihan jurnalistik.
Ketua FORKOWAS (Forum Komunikasi Wartawan Santri Sumedang) Helmi Fauzi merasa senang telah diundang untuk menjadi nara sumber dalam kegiatan itu.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada panitia yang telah memberi kesempatan untuk hadir di sekolah dan pondok pesantren tercinta ini,” ucapnya.
Sebagai santri, lanjut wartawan dari kalangan santri berstatus anggota PWI itu, berbicara ilmu jurnalistik sangat penting bagi seorang pelajar terkhusus bagi para santri.
“Kang Maman pernah menulis buku dengan judul “Aku menulis maka aku ada”, nah tulisan itu menjadi motivasi kita sebagai santri untuk belajar menulis dengan baik,” terangnya.
Biasanya santri akan terus dianggap ada,akan dianggap hadir oleh masyarakat ketika terlihat sedang mengajar ngaji, memimpin tahlilan di masyarakat, menjadi khotib dan yang lain sebagainya.
Padahal syiar agama itu, ungkap helmi, di era zaman modern ini dengan perkembangan digitalisasi yang pesat,santri bisa memanfaatkan syiar melalui tulisan-tulisan di palatform media sosial.
“Maka dari itu kita sekarang belajar ilmu Jurnalistik ala santri yang disebut Jurnalisme Santri untuk membuat karya-karya tulisan yang nuansa penulisannya berbeda dengan orang-orang diluar sana,” jelasnya.
Tulisan karya-karya santri harus memiliki etika tatakrama yang baik, dengan bahasa-bahasa islami gaya khas santri untuk memberikan edukasi, sehingga masyarakat dapat memilih dan memilah informasi, khususnya menangkal informasi hoaks yang beredar di media sosial.
Ia berharap, setelah pelatihan jurnalis tersebut para santri khususnya di MTS dan MA Plus Al-Hikam menjadi vionir media sosial, membuat karya-karya tulisan untuk dibaca oleh masyarakat luas dan mampu menangkal berita-berta hoaks.
Wartawan senior di Sumedang, Azis Abdullah mengapresiasi langkah yang diambil pihak pesantren.
Ia mengaku bangga jika santri mampu menguasai ilmu jurnalistik. Karena, kata dia, memang tak sedikit jumlah jurnalis handal berlatar belakang santri.
Benar, kata dia, jadilah jurnalis bagi pesantrennya sendiri dan sebarluaskanlah informasi aktivitas pesantren dan santri agar diketahui publik. ***





