Al Mashduqi Pananjung Kampung Religius Tertib Lalu Lintas

KABARPEMUDA.ID — Tim Penilai Polda Jawa Barat menyatakan, atas integrasi nilai-nilai edukasi dan keagamaan, kawasan Al Mashduqi Kampung Pananjung, Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat bukan sekedar Kampung tertib berlalulintas, melainkan sebuah Kawasan religius tertib lalulintas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasi Dikmas Diklantas Polda Jabar, AKP. Suntoro, dalam bagian rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lalulintas Bhayangkara yang biasa diperingati setiap tanggal 22 September.

Bacaan Lainnya

Secara kebetulan, Rabu (19/8/26) Gedung pusat Al Mashduqi Islamic School Garut di Kampung Pasawahan, Desa Pananjung, Tarogong Kaler Garut resmi dijadikan kegiatan check point dan forum pertemuan utama dalam agenda Penilaian Kampung Pasawahan, Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler Kab. Garut,  sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas Tahun 2026 Tingkat Polda Jawa Barat.

“Kalau menyoroti perpaduan keharmonisan  antara nilai-nilai keagamaan dan budaya tertib hukum di lingkungan Al Mashduqi, ternyata, di Al Mashduqi Kampung Pananjung ini bukan sekedar kampung tertib lalulintas, melainkan Kampung religius tertib lalulintas. Makanya, kami menyampaikan apresiasi yang cukup tinggi untuk Al Mashduqi serta pemerintahan setempat,” tutur Suntoro.

Kegiatan tahunan yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan jalan raya dan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif (collective awareness) masyarakat ini dihadiri oleh jajaran lintas sektor, di antaranya Tim Penilai dari Ditlantas Polda Jabar, Satlantas Polres Garut, Jasa Raharja Kab. Garut, Camat Tarogong Kaler, Lurah Pasawahan, serta perwakilan instansi teknis Pemkab Garut, juga jajaran Manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut selaku tuan rumah.

Mewakili jajaran Management Al Mashduqi, Wakil Direktur III Al Mashduqi Islamic School Garut, Ustaz Muchtar Arifin, menyampaikan bahwa upaya menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungan Al Mashduqi selama ini telah dibangun melalui sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah setempat dan jajaran kepolisian.

Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya dilakukan dalam momentum tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari dukungan terhadap berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan lingkungan sekitar Al Mashduqi.

Karenanya, Ustaz Muchtar Arifin mengaku, Al Mashduqi Sambut baik Tim Penilai Kampung Tertib Lalu Lintas Tingkat Polda Jabar 2026 yang diselenggarakan saat itu.

“Al Mashduqi selama ini rutin membangun sinergi bersama pemerintah setempat dan jajaran Polres Garut, khususnya dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti Parents Meeting, kedatangan tokoh-tokoh dari berbagai bidang untuk stadium general bersama santri murid, maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Dalam diskusi forum, disadari bahwa aspek kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu terus ditingkatkan secara bertahap. Kehadiran program Kampung Tertib Lalu Lintas ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam membentuk kesadaran bersama (collective awareness), mengingat keselamatan jalan raya sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pengguna jalan.

“Keselamatan di jalan raya membutuhkan kesadaran bersama. Sebab, meskipun kita sudah berhati-hati, risiko tetap bisa muncul jika pengguna jalan lain kurang berhati-hati. Harapan besar kami, keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas ini menjadi dorongan dan penguatan nyata bagi masyarakat agar senantiasa tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tegas perwakilan forum penilaian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan rombongan di Gedung Pusat Al Mashduqi, pemaparan program, hingga peninjauan lapangan di kawasan Kampung Pasawahan.

Melalui kegiatan ini, Al Mashduqi Islamic School Garut turut menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berkarakter, sekaligus mendukung terwujudnya budaya keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat. (Anang KN)***

Pos terkait