Arah Baru PWI Jabar: Mengapa Aliansi BATAN Memilih Tantan Sulthon?

KABARPEMUDA.id — Peta kontestasi kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat kian menghangat menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 mendatang. Di tengah menguatnya desakan pembaruan di tubuh organisasi insan pers tertua dan terbesar di Tanah Pasundan ini, gelombang aspirasi kini mengkristal melalui dukungan masif terhadap Tantan Sulthon sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat periode mendatang.

Dukungan tersebut secara resmi dilembagakan melalui gerakan konsolidasi taktis bertajuk Aliansi Barisan Tantan (BATAN). Pembentukan aliansi ini dirancang bukan sekadar sebagai mesin pemenangan pragmatis, melainkan sebagai fondasi gerakan ideologis untuk mengembalikan marwah, profesionalisme, serta daya tawar strategis PWI Jabar di tengah kompleksitas disrupsi media modern.

Bacaan Lainnya

Lantas, mengapa Aliansi BATAN menaruh harapan besarnya pada figur Tantan Sulthon?

Dalam maklumat perjuangannya yang mengusung narasi besar “Saatnya Perubahan, Saatnya Bersama Tantan!”, Aliansi BATAN menegaskan tiga pilar utama yang menjadi alasan mendasar di balik dukungan mereka:

Komitmen substantif untuk merajut kembali kohesi serta solidaritas antar-pengurus dan anggota PWI di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat secara egaliter dan berkeadilan, tanpa dikotomi wilayah maupun batasan hirarki pusat-daerah.

Mengukuhkan kembali kedaulatan wartawan yang independen, objektif, dan beretika di tengah hantaman disrupsi informasi, komersialisasi media, serta tekanan eksternal industri.

Mentransformasi PWI agar tidak terperangkap dalam elitisisme kepengurusan, melainkan hadir secara nyata dalam mengadvokasi perlindungan hukum, kesejahteraan insan pers, serta pemajuan ekosistem jurnalistik lokal.

“Momen suksesi ini adalah panggilan moral bagi seluruh insan pers Jawa Barat. Gerakan ini lahir dari kerinduan kolektif akan hadirnya rumah besar PWI yang tidak hanya protektif dan responsif terhadap dinamika anggotanya, tetapi juga berwibawa secara intelektual dan etik dalam mengawal demokrasi,” tegas pernyataan sikap kolektif Aliansi BATAN.

Gagasan strategis bertajuk “PWI Jabar Istimewa” yang dicanangkan oleh Tantan Sulthon dipandang sebagai blueprint kepemimpinan yang progresif. Rekam jejak Tantan dalam dunia kewartawanan serta pengalamannya di ranah manajerial media menjadikannya sosok yang peka terhadap tantangan jurnalisme masa kini.

Bagi Aliansi BATAN, keunggulan Tantan terletak pada gaya kepemimpinannya yang merangkul (inclusive leadership) mampu menjembatani aspirasi wartawan senior sekaligus merespons kebutuhan generasi jurnalis muda di era digital. Di tengah tantangan pers modern, figur Tantan dinilai memiliki kapabilitas untuk merajut potensi insan pers Jawa Barat agar tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga tetap memegang teguh etika serta marwah kejournalismean.

Menghadapi hitungan hari menuju momentum pemungutan suara di pertengahan Agustus mendatang, Aliansi BATAN secara terbuka mengajak seluruh pemegang hak suara dan keluarga besar PWI se-Jawa Barat untuk menyatukan barisan.

Konsolidasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan iklim kompetisi yang edukatif, sehat, dan bermartabat, tetapi juga menjadi batu pijakan bagi lahirnya era baru kepemimpinan pers Jawa Barat yang adaptif, berintegritas, dan berkemajuan substantif. *(Guh)*

Pos terkait