Dorong Ketahanan Pangan di Banyuasih, Kepala DPKP Sumedang Dr. H. Tono Suhartono Pimpin Bimtek “Revolper”

SUMEDANG, KABARPEMJDA.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mengakselerasi transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, adaptif, dan ramah lingkungan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Revolusi Pertanian (Revolper) bertajuk Inovasi Pertanian Berkelanjutan, yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Gemah Ripah, Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Dr. H. Tono Suhartono, S.P., M.M., yang bertindak sebagai narasumber utama sekaligus memimpin jalannya arahan teknis. Dalam pemaparannya, Dr. Tono menekankan pentingnya adopsi teknologi dan inovasi tata kelola lahan guna meningkatkan produktivitas hasil tani tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.

Bacaan Lainnya

“Pendekatan Revolper bukan sekadar memodernisasi alat dan mesin pertanian, melainkan membangun pola pikir petani agar lebih responsif terhadap perubahan iklim serta mampu mengelola sumber daya secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Tono di hadapan para peserta.

Semangat kolaborasi lintas sektor terlihat jelas dalam agenda ini. Selain DPKP, Bimtek ini menghadirkan jajaran pakar dan pemangku kepentingan lintas lembaga, antara lain Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sumedang, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta akademisi dari Universitas Winaya Mukti (Unwim).

Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan perguruan tinggi ini dioperasionalkan di lapangan melalui pendampingan aktif dari UPTD PKP Wilayah Tanjungkerta, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jajaran Pemerintah Desa Banyuasih.

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sumedang menuturkan bahwa sinergi pengetahuan (triple helix) ini disiapkan untuk memastikan setiap inovasi berbasis riset dapat diterapkan secara praktis di tingkat tapak.

Sebanyak 19 petani kawakan yang tergabung dalam Kelompok Tani Gemah Ripah mengikuti jalannya pelatihan dengan antusiasme tinggi. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari manajemen OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) ramah lingkungan, optimasi pemupukan berimbang, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Melalui program Bimtek Revolper yang dipimpin Dr. H. Tono Suhartono ini, Desa Banyuasih diharapkan mampu menjadi percontohan (pilot project) desa mandiri pangan di Kecamatan Tanjungkerta, sekaligus mengokohkan peran Kabupaten Sumedang sebagai salah satu lumbung pangan andalan Jawa Barat.***

Pos terkait