Dua Nelayan Meninggal Pasca-Kapal Terbalik di Cipatujah, Operasi SAR Resmi Ditutup

TASIKMALAYA, KABARPEMUDA.id — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas kecelakaan kapal nelayan di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026).

Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban kapal terbalik berhasil ditemukan pada hari keempat pencarian. Dari total tiga penumpang, satu orang dinyatakan selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Korban terakhir ditemukan pada Sabtu pukul 16.00 WIB berdasarkan laporan warga setempat. Jasad korban terapung sejauh 18 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian, tepatnya pada koordinat 7°44’15.1”S 107°54’31.2”E.

Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 16.37 WIB berhasil mengevakuasi korban sekitar satu jam kemudian. Jenazah langsung dilarikan ke Puskesmas Cipatujah untuk proses identifikasi. Tim medis mengonfirmasi identitas korban sebagai Ending (58), nelayan yang dilaporkan hilang sejak hari pertama insiden.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi kami tutup. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang bahu-membahu mendukung proses pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana.

Usai proses identifikasi, jenazah Ending diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Rangkaian operasi diakhiri dengan evaluasi dan debriefing pada pukul 18.15 WIB sebelum seluruh personel SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Menyikapi musibah ini, Basarnas Bandung mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk senantiasa memantau kondisi cuaca serta menggunakan perlengkapan keselamatan standar saat beraktivitas di perairan.***

Pos terkait