TASIKMALAYA, KABARPEMUDA.id — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya guna menggelar operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang warga Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). Korban dilaporkan tak kunjung kembali usai melakukan penggalian sumur sejak siang hari.
Korban teridentifikasi bernama Amin (63). Berdasarkan kronologi yang diterima pihak Basarnas, Amin terakhir kali terlihat beraktivitas membedah sumur sekitar pukul 14.00 WIB. Kecurigaan keluarga dan warga mencuat saat korban tak kunjung kembali hingga malam hari, disusul temuan beberapa barang pribadi dan pecahan material beton di dasar sumur. Laporan resmi kemudian diterima pihak Basarnas pada pukul 19.00 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mengambil langkah respons cepat (quick response) begitu menerima laporan dari perangkat desa setempat.
“Begitu menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya serta perangkat Desa Jahiang. Tim rescue langsung kami kreasikan ke titik lokasi untuk mengupayakan pencarian dan penyelamatan korban,” terang Ade Dian Permana.
Tim SAR yang berkekuatan lima personel tersebut bertolak dari Pos SAR Tasikmalaya pada pukul 19.10 WIB menggunakan satu unit Rescue Car. Menempuh jarak sekitar 12 kilometer dengan estimasi perjalanan 30 menit, tim diproyeksikan tiba di lokasi kejadian pada pukul 19.40 WIB.
Secara teknis, lokasi musibah berada pada koordinat 7°23’22.5″S 108°00’44.7″E, atau berjarak lurus 10,33 kilometer dengan radial 272,99° dari Pos SAR Tasikmalaya.
Guna menunjang efektivitas operasi pencarian ruang terbatas (confined space rescue), personel dibekali set peralatan khusus seperti Palsar CSR, peralatan HART (High Angle Rescue Technique), perangkat komunikasi, serta Alat Pelindung Diri (APD) komplit.
Setibanya di lokasi, tim segera melakukan asesmen risiko medan guna memetakan langkah taktis pencarian yang aman dan terukur.
Menutup keterangannya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan kerja dan memitigasi risiko bahaya gas beracun maupun runtuhan struktur saat beraktivitas di ruang sempit dan dalam seperti sumur. Operasi pencarian masih terus berlangsung dan perkembangannya akan diperbarui secara berkala.***





